Rabu, 01 Mei 2019 12:48
Editor : Al Khoriah Etiek Nugraha

RAKYATKU.COM, PALOPO - Sekretaris Daerah Kota Palopo, Jamaluddin membuka penamatan angkatan ke-3 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insan Madani Kota Palopo, di Gedung Merdeka Convention Hall (MCH) Kota Palopo, Rabu (1/05/2019).

 

Dalam sabutannya, ia berharap, kedepannya bisa lahir SD Islam terpadu lainnya seperti SDIT Insan Madani.

"Semoga SDIT Insan Madani bisa memacu untuk meningkatkan kualitas sehingga kedepan bisa menjadi SD unggulan dan SD yang di cintai oleh seluruh masyarakat Kota Palopo," tandasnya.

Menurutnya, percuma anak-anak kita pandai berbahasa Inggris, berbahasa jerman jika membaca Al-Qur'an saja tidak bisa. Untuk itu, dirinya juga mengajak kepada para guru dan orang tua agar bisa mengajarkan anaknya membaca Al-Qur'an yang baik.

 

Sementara itu, Kepala Sekolah SDIT Insan Madani Kota Palopo, Basruddin mengungkapkan harapannya agar siswa yang sudah melakukan penamatan tetap menjaga akhlak dan adatnya. Jangan sampai apa yang diajarkan terlupakan semua ketika berada ditempat lain.

"Yakinkan diri apa yang di ajarkan harus di pertahankan dan di pedomani setiap hari. Mohon jaga nama baik SDIT dengan cara menunjukkan prestasi dimanapun anda kelak," ujar Basruddin.

Dirinya juga menyampaikan terimakasih kepada para orang tua yang telah menitipkan anak-anaknya untuk dididik dan diajarkan di SDIT Insan Madani Kota Palopo.

Sementara itu, Ketua Yayasan Nurul Islam Kota Palopo, Lukman Mallo mengakui Penamatan ini merupakan angkatan ke-3. Dimana disampaikan pula bahwa SDIT ini berada dibawah yayasan Nurul Islam yang berdiri sejak tahun 1997, sepuluh tahun kemudian membuka PAUD Insan Madani, kemudian tahun 2011 kembali membuka SDIT Insan Madani. Pada tahun lalu membuka unit baru yakni SMP Insan Madani bersamaan dengan rumah hafiz.

Ini semua merupakan bagian komitmen atas dukungan masyarakat. Dan atas keresahan atau keprihatinan terhadap kondisi generasi. Dan bagaimana tantangan yang akan dihadapi generasi kedepan. 

"Salah satu yang menjadi sumber masalah karena begitu jauhnya masyarakat, generasi kita dari ajaran agama sehingga perlu sekolah yang mengajarkan keagamaan," ungkapnya.

TAG

BERITA TERKAIT