RAKYATKU.COM - Bayi yang diberi susu formula lebih mungkin menjadi gemuk dibandingkan mereka yang minum ASI.
Sebuah studi internasional terhadap lebih dari 100.000 anak berusia enam hingga sembilan tahun, menemukan bahwa hampir satu dari enam bayi yang diberi susu botol mengalami obesitas pada saat mereka masuk sekolah dasar.
Para ahli percaya, susu formula dapat menyebabkan bayi bertambah berat badan dan tumbuh lebih cepat karena dikembangkan dari susu sapi, yang memiliki kadar protein lebih tinggi dan dapat memicu pertumbuhan sel-sel lemak.
Penelitian ini dipimpin oleh Institut Kesehatan Nasional di Portugal dan dipromosikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.
Para peneliti mengamati anak-anak sekolah dasar dari WHO Childhood Obesity Surveillance Initiative yang mencakup 22 negara Eropa.
Para ibu dari anak-anak ini ditanya apakah mereka telah menyusui atau tidak, dan jika ya apakah dibantu dengan susu formula atau ASI ekslusif saja.
Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang disusui secara eksklusif selama enam bulan, lima persen lebih kecil kemungkinannya mengalami obesitas.
Sementara mereka yang disusui selama kurang dari enam bulan, 12 persen lebih kecil kemungkinannya mengalami obesitas daripada mereka yang tidak pernah minum ASI sama sekali.
Lain lagi dengan anak-anak yang minum ASI selama enam bulan, tetapi juga dibantu susu formula. Mereka memiliki kemungkinan 22 persen lebih kecil mengalami obesitas.
Para peneliti mengatakan bahwa ASI diyakini 'memprogram' bayi untuk membakar lemak lebih efisien di kemudian hari.
Sebaliknya, susu formula dianggap meningkatkan kadar insulin bayi dibandingkan dengan ASI, yang dapat menyebabkan mereka tumbuh dengan memiliki lebih banyak sel-sel lemak.