RAKYATKU.COM - Serangkaian gambar yang dipublikasikan secara online Daily Mail menunjukkan tempat perakitan bom bunuh diri yang digunakan oleh pelaku bom bunuh di Sri Lanka.
Gudang itu merupakan pabrik tembaga, terletak di Wellampitiya, pinggiran timur laut Kolombo. Itu adalah milik Inshaf Ahamad, yang dikenal tenang dan saleh, yang diyakini telah meledakkan dirinya di salah satu hotel pada hari Minggu.
Adik ipar Inshaf, Ashkhan Alamdeen mengatakan bahwa pria itu berasal dari latar belakang kelas menengah.
Dia menyebut tindakan iparnya sebagai hal yang "membuat malu keluarga."
"Mereka telah menghancurkan keluarga kami dan merenggut nyawa ratusan orang dari seluruh dunia," kata Ashkhan.
Kami tidak tahu apa yang mereka rencanakan. Jika kami tahu, kami akan segera memberi tahu polisi."
Inshaf dipercaya telah menyerang hotel Cinnamon Grand, sementara saudaranya, Ilham menargetkan hotel Shangri-La.
Dia kemudian diantar ke bandara pada hari Jumat. "Itu bukan perpisahan yang normal," kenang Alamdeen.
“Adikku bilang dia tampak jengkel. Dia mengetuk lehernya dan bertingkah aneh. Lalu tiba-tiba dia menyuruhnya kuat."
Selanjutnya, dia menelepon istrinya untuk terakhir kalinya pada pada hari Minggu pukul 7:30 pagi, satu jam sebelum serangan, untuk mengucapkan selamat tinggal terakhir.
"Dia mengatakan kepadanya bahwa dia berada di Zambia dan semuanya baik-baik saja," kata Alamdeen. "Lalu sejam kemudian dia mati."
Ayah Inshaf adalah seorang pedagang rempah-rempah yang sukses. Dia juga telah ditangkap oleh polisi.
Alamdeen mengatakan bahwa saudara perempuannya, istri Ishfan, kini hidup di dunia mimpi setelah pembantaian itu.
"Dia tidak percaya itu benar-benar terjadi. Dia sangat menderita secara psikologis," katanya.