Selasa, 23 April 2019 17:10
Reuters
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Pengantin ISIS di kamp-kamp pengungsi di Suriah dilaporkan sedang berusaha untuk menciptakan unit teror.

 

Menurut laporan Daily Mail, sejumlah perempuan telah membentuk kembali "polisi ISIS yang ditakuti," serta menegakkan aturan dan hukuman terhadap penduduk kamp lainnya. Itu dimulai sejak jatuhnya kekhalifahan ISIS di negara itu bulan lalu. 

Di lain sisi, banyak juga wanita yang memohon kepada negara mereka untuk diizinkan pulang.

Empat pengantin ISIS yang berbicara kepada AP di kamp al-Hol dan Roj mengatakan bahwa mereka terlalu naif sehingga pergi ke Suriah. 

 

Mereka telah mengaku melakukan kesalahan dan memohon untuk pulang.

Keempat wanita itu bersikeras bahwa mereka bukan anggota aktif ISIS, dan mereka semua mengatakan bahwa suami mereka bukan pejuang ISIS.

Namun, bagi banyak orang, ekspresi penyesalan mereka cenderung hampa atau mementingkan diri sendiri.

Pemerintah di seluruh dunia enggan mengambil kembali orang-orang yang telah bepergian untuk bergabungan dengan kelompo teror.

TAG

BERITA TERKAIT