Kamis, 04 April 2019 19:43
Editor : Andi Chaerul Fadli

RAKYATKU.COM, GOWA - Sebanyak 40 orang dari perwakilan TNI, Polri, Relawan, dan SKPD mengikuti Pelatihan Potensi SAR di Permukaan Air (Water Rescue) yang diselenggarakan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar (Basarnas) bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gowa.

 

Direktur Bina Potensi Basarnas, Marsekal Pertama TNI F Indra Jaya mengaku, potensi kedaruratan di suatu daerah tidak dapat ditebak. Sehingga para potensi SAR dituntut untuk selalu waspada dan siap siaga menghadapi segala kondisi kedaruratan yang terjadi.

"Kita tidak tahu kapan dan di mana bahaya itu akan datang mengancam kita semua. Untuk itu, untuk mengatisipasinya kita mengadakan pelatihan ini. Agar memiliki persepsi yang sama ketika menghadapi masalah darurat khusunya di permukaan air," jelasnya saat membuka pelatihan di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kamis (4/4/2019).

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Kaharuddin mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan dan koordinasi antar kantor pencarian dan pertolongan SAR Makassar dengan potensi SAR di wilayah kerja kantor Makassar, salah satunya di Kabupaten Gowa.

 

"Kegiatan ini kita lakukan untuk memberikan pemahaman bagi potensi SAR bagaiamna melakukan pertolongam pada permukaan air, dan bagaimana menjalankan tugas pokok yang tepag, cepat dan aman demi keberhasilan operasi SAR," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Mallagani menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Gowa ini. Menurutnya kegiatan seperti ini sangat baik, apalagi baru-baru ini Gowa ditimpa Banjir dan Longsor.

"Tentunya sangat mengapresiasi karena kegiatan ini merangkup beberapa elemen dan relawan kemanusian se-Kabupaten Gowa," katanya.

Dalam penanggulangan bencana dibutuhkan penguatan personil baik kecelakaan, bencana banjir, maupun kondisi yang membahayakan jiwa manusia. Di situlah operasi potensi SAR wajib membantu Basarnar dalam pelaksanaan operasi SAR.

Olehnya dirinya berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini, para peserta bisa mengikuti pelatihan dengan baik sehingga apa yang didapatkan kedepannya bisa berguna dalam upaya pelaksanaan pencarian dan pertolongan serta perlindungan masyarakat.

Sekadar diketahui pelatihan ini dilaksanakan selama enam hari, yang dimulai sejak 3 April kemarin hingga 8 April mendatang, di Manggala Agni Daops Parangloe dengan bentuk pelatihan secara diskusi, praktek lapangan, dan simulasi.

TAG

BERITA TERKAIT