RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH) berupaya keras merehabilitasi hutan dan lahan yang rusak akibat kebakaran. Untuk mewujudkannya, KLKH mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 triliun.
"Di tahun 2019 ini kita memang memproritaskan anggaran khususnya direktorat jendral Lingkungan Hidup, paling besar dari direktorat lainnya kurang lebih hampir Rp3 triliun dari perencanaan Rp9 triliun," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) KLKH, Bambang Hendroyono di Makassar, Kamis (4/4/2019).
Bambang mengatakan bahwa di hulu itu ada kawasan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi yang nantinya tidak masyarakat tidak akan dibiarkan merusak. Menurutnya, bagian hulu ini menjadi bagian dari 15 prioritas Daerah Aliras Sungai (DAS) dan 15 prioritas danau.
"Itulah mengapa dari sekarang kita menanam pohon sebanyak mungkin untuk diharapkan lima tahun ke depan hutan akan kembali pada fungsiya, dengan pendekatan konservasi tanah dan air dan juga faktor lingkungan," tambahnya.
Saat ini, menurut Bambang, pihaknya sedang mensosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di kawasan hutan lindung. Agar bisa memberikan kesempatan untuk bekerja pada mata pencaharian lain, di luar hutan lindung atau di hutan produksi.
“Karena di situ kita berikan akses legal kepada Masyarakat agar bisa meningkatkan produktivitasnya. Sehingga pengolahan lahan di sektor hulu tidak terjadi lagi perusakan," ungkapnya.