RAKYATKU.COM, BANTAENG - Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sulawesi Selatan, Liestiaty F Nurdin menyosialisasikan pentingnya mengurangi sampah plastik di Kawasan Adat Gantarang Keke dan Kelurahan Banyorang, Kecamatan Tompobulu, kemarin.
Liestiaty menuturkan, bahwa sampah plastik telah memenuhi ruang-ruang publik di planet bumi ini. Bukan saja di permukaan bumi, namun di dasar lautan sudah sangat tercemar oleh limbah plastik.
"Kasihan makhluk hidup di lautan seperti ikan makan plastik, terbukti ditemukannya plastik di dalam perut ikan," ujarnya dalam rilis yang diterima Rakyatku.com, Kamis (4/4/2019).
Menjadikan ikan dengan mudahnya tidak bisa mempertahankan hidupnya lebih lama meski tidak dimangsa ikan lainnya. Dampak terbesarnya pada manusia akibat lautan dan isinya terkontaminasi plastik.
Untuk itu, Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel ini mengajak warga Bantaeng di dua wilayah dimaksud untuk lebih bijak menggunakan plastik. Agar tidak berlebihan dan tidak pula membuangnya bukan pada tempatnya.
"Ibu-ibu bisa menggunakan kantongan pakai ulang. Jadi kalau belanja bisa memanfaatkannya sebagai wadah, bukan lagi kantongan kreset," tambah Bunda PAUD Sulsel ini.
Di sela-sela sosialisasinya, istri Gubernur Sulsel ini pun memutar film dokumenter yang menggambarkan kondisi bumi yang semakin sekarat akibat plastik. Jika terus seperti itu kondisinya, kata Lies, kehancuran bumi bisa lebih cepat.
Ketua Dekranasda Sulsel ini pun mengimbau masyarakat Bantaeng menggunakan cerek di rumah. Sementara botol plastik air mineral misalnya jangan lagi dipakai.
Ia pun menyarankan dari pada menggunakan botol plastik mineral, diganti dengan tumbler. Ia pun mengaku, hal itu sudah diterapkan di Rumah Jabatan Gubernur SulSel agar bisa mengurangi resiko terserang penyakit kanker.