Sabtu, 30 Maret 2019 19:16
Editor : Andi Chaerul Fadli

RAKYATKU.COM, TAKALAR - Gendang atau ganrang alat musik tradisional yang sering di pakai orang Bugis-Makassar. Gendang dua ini mudah ditemui di acara pesta atau acara sakral lainnya.

 

Seperti di Takalar, di mana kita masih mudah melihat dan mendengar suara gendang di acara adat, penyambutan acara, penjemputan tamu kehormatan dan acara pernikahan.

Pembuat gendang pun masih ada di Takalar meski jumlahnya tak banyak. Salah satunya Suharto Dg Nojeng (38) yang tinggal di Dusun Bolo, Kecamatan Mangarabombang.

Daeng Nojeng menjelaskan, bahan baku gendang adalah kayu cendana dan kulit kambing. Ia mengatakan bahan baku didapat dari warga sekitar atau di tempat pemotongan hewan di Pasar Pattallassang. Sedangkan bahan baku kayu cendana ia beli di Gowa.

 

"Warga sekitar biasa membawakan saya kulit kambing. Habis akikahan biasanya mereka yang membawa sendiri. Kalau tidak ada warga yang membawa, saya beli di Pasar Pattallassang. Kalau kayu cendana saya beli dari Bontonompo, Gowa. Saya beli per pohon kisarannya Rp3 juta, tergantung seberapa banyak potongan yang dihasilkan," kata Dg Nojeng.

Kata Dg Nojeng, ada beberapa tahap dalam pembuatan gendang. Tahap pertama adalah pengolahan kayu. Pada tahap ini kayu dipotong dengan panjang sekitar 75 cm memakai gergaji mesin. Kulit kayu dihilangkan dan dibentuk memakai parang.

Kayu lalu dilubangi menggunakan ujung gerigi gergaji mesin. Setelah itu lubang disempurnakan menggunakan pahat. Kayu gendang kemudian dihaluskan dengan mesin serut. Kayu halus dicat sesuai keinginan pemesan lalu dijemur sehari sampai kering.

Tahap kedua adalah pengolahan kulit kambing. Kulit kambing dijemur, setelah itu dipotong berdasarkan luas lingkaran kayu di kedua ujungnya. "Kulit kambing yang dipotong melingkar harus dilebihkan beberapa sentimeter agar bisa dilekatkan oleh rotan atau kabel," kata Dg Nojeng.

Bulu kambing dihilangkan memakai bilah bambu berujung tumpul. Kulit kambing ditaburi pasir sebelum digosok agar bulu mudah terangkat. Kulit kambing yang telah bersih harus direndam dalam air sebelum dipasang.

"Harus direndam dulu supaya lentur sebelum dipasang. Biasanya kulit direndam pagi lalu dipasang sorenya," kata istri Dg Nojeng Helmiah Dg Sunggu (34) yang sering membantu mengolah kulit kambing.

Tahap ketiga adalah perpaduan kayu yang telah dicat dengan kulit kambing. "Ditahap ini, kita butuh bahan tambahan berupa kawat atau rotan dan benang pancing berukuran besar," lanjut Dg Nojeng.

Pertama, kulit kambing dipasang di kedua lubang kayu gendang. Kedua, kulit kambing ditekan ke lingkaran ujung lubang kayu dengan bantuan kawat atau rotan. Ketiga, rotan atau kawat yang mengapit kedua ujung lubang gendang disambungkan dengan benang pancing untuk menguatkan kulit yang akan ditabuh.

TAG

BERITA TERKAIT