RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Deretan mahakarya dari desainer nasional maupun internasional bakal dipamerkan pada ajang bergengsi the International Woman Exhibition FEMME and Celebes Beauty Fashion Week (CBFW).
Acara ini akan berlangsung di Four Points by Sheraton pada 3-7 April 2019.
Mayaratih salah seorang desainer kondang yang pernah mengharumkan nama Indonesia melalui karyanya bertajuk Ibu Pertiwi di ajang bergengsi Miss Grand Interrnational yang digelar di Pulau Phu Quoc Vietnam 2017 lalu, juga akan terlibat pada event tahunan ini.
Mayaratih akan mempersembahkan karya terbarunya bertajuk "Butta" yang berarti tanah.
Mayaratih mengungkapkan, “Butta” terinspirasi dari empat unsur kehidupan yakni air, angin, api, dan tanah. Salah satu unsur kehidupan inilah yang kemudian diangkat menjadi sebuah karya yang indah dipadukan dengan konsep etnik khas Makassar. Secara keseluruhan konsep outfits yang akan ditampilkan berupa modern ethnic glam.
"Perpaduan kain etnik aksara lontara dengan bahan sequin, chiffon dan lain sebagainya. Dengan detail embroidery dan beading di setiap outfit," beber dia.
Lain pula Monika Jufri, salah seorang desainer yang populer di Indonesia yang pernah diminta untuk merancang busana khusus buat Ani Yudhoyono, istri Susilo Bambang Yudhoyono, tahun 2008 lalu ketika masih menjabat sebagai presiden.
Pada FEMME kali ini ia akan memberikan kejutan baru melalui koleksi terbarunya bertajuk 'Hidden Beauty".
Koleksi terbarunya ini terinspirasi dari tumbuhan jamur yang sering luput dari penglihatan. Padahal, menurutnya, tumbuhan jamur ini mempunyai serat dan lekuk yang cantik. Warna-warnanya pun juga menawan. Sehingga konsep tersebut dituang dalam busana yang sangat indah.
Selain itu, Deden Siswanto juga akan menampilkan dua koleksi terbarunya pada event nanti yang bertajuk Lipa Lagosi dan Kagirinaku. Yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri baik dari segi kontruksi, material, dan nuansa warna.
Dia berharap penonton saat menyaksikan gelaran fashion show tidak akan merasa monoton, lebih variatif, dan atraktif. Sehingga penonton akan merasa puas terhadap koleksi-koleksi yang ditampilkan.
Dewi Sandra juga tidak ingin ketinggalan untuk menampilkan karya terbarunya. Bertajuk "Doa", Dewi Sandra ingin menciptakan sebuah karya yang tidak hanya mengutamakan sisi keindahan pada manusia namun juga dimata sang penciptanya, Allah subhanahu wata'ala. Bernuansa muslim, Doa hadir sebagai salah satu brand yang memberikan desain dengan sentuhan cinta dan rasa syukur.
“Dalam gelaran nanti, kami akan mempersembahkan koleksi terbaru Scarf dari Doa yaitu Hawa Collection Vol 2. Koleksinya kali ini memberikan motif dengan sentuhan design water color dan pettern-pattern bunga yang sangat indah, dimana motif bunga tersebut merupakan refleksi dari kepribadian seorang wanita,” ungkap Dewi Sandra
Desainer kondang lainnya, Jeny Tjahyawati yang kiprahnya di dunia model tidak diragukan lagi. Pada event nanti pihaknya akan mempersembahkan 12 outfits koleksi terbarunya, bertajuk Dayak Luxury. Terinspirasi dari motif seni lukis Suku Dayak yang merupakan perpaduan antara pola dasar yang dikreasikan menjadi beberapa variasi yang kemudian diangkat menjadi sebuah karya yang indah.
“Sehingga, menjadi kesatuan rangkaian makna yang berarti. Motif terinspirasi dari bentuk tanaman atau bunga dan yang ada di alam sekitar,” ungkap Jeny.
Selain itu, juga akan ada Hannie Hananto yang mengangkat tema Mondrian yang diambil dari nama pelukis Belanda Piet Mondrian penggagas Seni Modern, De Stijl, 1929 bentuk, bentuk geometrisnya yang kemudian diadopsi menjadi sebuah karya yang indah dan unik. Menggunakan warna merah, biru, kuning, dan hitam putih yang direalisasikan pada 12 koleksinya dalam bentuk cutting dress hinga long outer.
Yang paling spesial digelaran tahun ke 14-nya ini, FEMME & CBFW kedatangan desainer International Steven Tach yang akan mempersembahkan maha karyanya bertajuk “Kearifan Lokal”, Gaya Global dengan mengangkat motif khas Sulawesi Selatan ada 16 outfits yang akan dipersembahkan saat fashion show nanti.