Rabu, 27 Maret 2019 03:30
Ilustrasi
Editor : Fathul Khair Akmal

RAKYATKU.COM - Meski bisa memberikan sensasi segar dan nikmat, minuman bersoda sudah dikenal luas sebagai salah satu penyebab dari datangnya penyakit berbahaya. Sebagai contoh, kadar kalori dan gulanya yang tinggi bisa menyebabkan datangnya obesitas dan diabetes. Hanya saja, sebuah penelitian terbaru justru membuktikan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda juga bisa memberikan dampak kesehatan lainnya, yakni meningkatkan risiko kanker usus besar.

 

Cara minuman bersoda meningkatkan risiko kanker usus besar
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh dr. Lewis Cantley dan rekan-rekannya dari New York-Presbyterian Hospital, disebutkan bahwa tikus percobaan yang sering diberi kandungan di dalam minuman bersoda, yakni sirup jagung fruktosa dalam dosis tinggi cenderung memiliki risiko lebih besar terkena kanker atau tumor usus besar. Hal ini terlihat setelah tikus-tikus ini diberi asupan tersebut selama delapan minggu. Sebagai informasi, kadar sirup jagung fruktosa ini setara dengan satu kaleng minuman bersoda, seperti dikutip dari doktersehat.com.

Meskipun hasil penelitian ini cukup meyakinkan, para peneliti menyebut akan melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui bagaimana damak dari konsumsi sirup jagung fruktosa dengan porsi besar pada risiko kanker usus manusia.

“Penelitian ini menghasilkan fakta bahwa di dalam tubuh tikus muncul polip kolorektal atau di bagian usus besar. Kandungan sirup jagung fruktosa memang bisa mempengaruhi pertumbuhan tumor,” ungkap dr. Cantley.

 

Konsumsi gula berlebih bisa meningkatkan risiko kanker
Pakar kesehatan menyebut telah ada banyak penelitian lain yang membuktikan bahwa konsumsi gula berlebihan atau terlalu sering bisa menyebabkan pertumbuhan kanker, khususnya di dalam saluran pencernaan. Karena alasan inilah kita sebaiknya mulai menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda atau yang memiliki kandungan pemanis buatan.

Dampak lain dari minuman bersoda
Selain meningkatkan risiko diabetes, obesitas, dan kanker usus besar, pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali bahaya lain dari kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda terlalu sering atau berlebihan.

Berikut adalaj dampak-dampak kesehatan tersebut.

Merusak ginjal
Pakar kesehatan menyebut kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda hingga dua kali sehari akan membuat ginjal lebih rentan rusak. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan pemanis buatan, pewarna buatan, asam fosfat, dan kafein dalam jumlah tinggi yang akan membebani kinerja ginjal.

Menurunkan kesehatan tulang
Kandungan asam fosfat di dalam minuman bersoda bisa menghambat penyerapan kalsium di dalam tubuh dengan signifikan. Jika sampai tubuh kekurangan kalsium, risiko terkena osteoporosis atau pengeroposan tulang pun akan meningkat dengan signifikan. Selain itu, sebuah penelitian membuktikan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda bisa menurunkan kekuatan tulang pada wanita.

Menurunkan kesehatan otak
Kandungan pemanis buatan seperti aspartame di dalam minuman bersoda bisa memicu kerusakan pada otak. Kita pun akan mengalami masalah fungsi kognitif atau memori jika terlalu sering mengonsumsinya.

Merusak gigi
Tingginya kadar gula di dalam minuman bersoda bisa membuat risiko terkena masalah gigi layaknya gigi berlubang semakin meningkat. Selain itu, minuman bersoda yang bersifat asam bisa merusak enamel gigi dengan signifikan.

Meningkatkan risiko terkena serangan jantung
Sebuah penelitian menghasilkan fakta bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda bisa memicu peningkatan risiko terkena serangan jantung dan stroke. Hal ini disebabkan oleh rusaknya sistem metabolisme, meningkatnya peradangan, terjadinya resistensi insulin, dan meningkatnya kadar kolesterol tubuh akibat rutin mengonsumsi minuman ini.

Memicu gangguan lambung
Sering mengonsumsi minuman bersoda bisa meningkatkan risiko terkena asam lambung tinggi dan tukak lambung. Hal ini tentu akan menyebabkan sensasi tidak nyaman pada perut dan pencernaan secara keseluruhan.

TAG

BERITA TERKAIT