Selasa, 26 Maret 2019 20:46
Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sulsel, AM Yamin mewakili Gubernur Sulwesi Selatan membuka acara Indonesia Employment Bussines Meeting dan Job Fair kerjasama KJRI Kuching Serawak Malaysia, BNP2TKI, BNP3TKI dan Pemprov Sulsel di Rapim Kantor Gubernur, Selasa (26/3).
Editor : Fathul Khair Akmal

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sulsel, AM Yamin mewakili Gubernur Sulwesi Selatan membuka acara Indonesia Employment Bussines Meeting dan Job Fair kerjasama KJRI Kuching Serawak Malaysia, BNP2TKI, BNP3TKI dan Pemprov Sulsel di Rapim Kantor Gubernur, Selasa (26/3).

 

"Kami Pemprov Sulsel menyambut baik dan merasa bangga, karena Konjen RI Kuching Sarawak telah memilih Sulsel sebagai tuan Rumah. Ini akan fokus membahas bidang ketenagakerjaan, perdagangan dan kepariwisataan," Kata Yamin.

Yamin menyebutkan kegiatan ini memiliki peran penting, karena Pemprov Sulsel memiliki komitmen untuk dapat mengusahakan lapangan kerja yang layak.

"Ini akan menjadi sarana untuk dapat memperoleh masukan, saran dan rekomendasi bagi kami," sebutnya.

 

AM Yamin juga menyebut Sulsel adalah tempat yang tepat untuk mencari calon tenaga kerja yang berkualitas dan profesional yang dibutuhkan oleh dunia usaha.

"Kami akan mempersiapkan para tenaga kerja dengan sebaik-baiknya sebelum diberangkatkan
ke negara tujuan. Bahkan kami akan menempatkan Tenaga Kerja dengan kualifikasi dan persyaratan yang diminta," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Agustinus Appang mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mempromosikan pekerja migran Indonesia (PMI) atau tenaga kerja (TKI) yang berkualitas, terlatih, terdidik dan potensial untuk bekerja sesuai dengan prosedur yang ada. 

"Memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat Sulsel," ujarnya.

Untuk job fair sendiri dilaksanakan selama dua hari, 26-27 Maret di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar. Sebanyak 7000-an pekerja tersedia dalam berbagai sektor seperti infrastruktur, perkebunan dan sebagainya.

Dimana 50 perusahaan ikut berpartisipasi, terdiri dari dua perusahaan bisang konstruksi, 12 bidang wood manufacture dan 36 perusahaan perkebunan.

TAG

BERITA TERKAIT