Senin, 18 Maret 2019 16:35
Museum Brooklyn
Editor : Suriawati

RAKYATKU.COM - Peneliti telah menemukan alasan mengapa kebanyakan patung Mesir kuno umumnya ditemukan dalam kondisi hidung rusak.

 

Rupanya itu bukan karena usianya, melainkan sebuah tindakan perusakan yang disengaja.

Menurut kurator Museum Brooklyn, Edward Bleiberg, yang telah menyelidiki fenomena aneh ini, bentuk mutilasi hidung mungkin merupakan pekerjaan para perampok makam yang berusaha mencegah roh-roh yang marah untuk membalas dendam.

"Konsistensi dalam kehancuran menunjukkan bahwa ini dilakukan dengan sengaja," kata Bleiberg pada Artsy Magazine.

 

Dan, ini bukan hanya tindakan agresi acak. Peneliti menjelaskan bahwa perilaku ini ditargetkan, dan sering "didorong oleh motivasi politik dan agama."

Bagi orang Mesir kuno, patung dianggap sebagai semacam bejana bagi jiwa orang yang mereka wakili atau yang tertulis untuknya.

"Dengan menghancurkan bagian dari patung itu, para pengacau yang merampok kuburan kemungkinan besar percaya bahwa mereka dapat menonaktifkan kekuatan,"
kata Bleiberg kepada Artsy.

"Bagian tubuh yang rusak tidak lagi dapat melakukan tugasnya," tambahnya. "Dengan demikian, dengan merusak hidung, patung itu akan kehilangan kemampuannya untuk bernafas."

Sejumlah contoh patung tanpa hidung sekarang dipajang sebagai bagian dari pameran Bleiberg di Pulitzer Arts Foundation di St. Louise.

Pameran itu sendiri berfokus pada peninggalan firaun Hatshepsut, yang memerintah dari sekitar 1478 hingga 1458 SM, dan Akhenaten (1353 hingga 1336 SM).

Pameran ini akan menyandingkan potongan-potongan yang rusak dengan contoh-contoh yang tidak rusak dari era Hatshepsut dan Akhenaten.

TAG

BERITA TERKAIT