Selasa, 12 Maret 2019 06:31
Bos gerombolan OPM di Nduga, Papua, Egianus Kogeya.
Editor : Mays

RAKYATKU.COM, PAPUA - Tindakan yang dilakukan Egianus Kogeya di Nduga, Papua, didukung penuh pimpinan pusat OPM. Adalah Terryanus Satto dan Sebby Sambom yang mengeluarkan pernyataan lewat akun media sosial TPNPB.

 

OPM kata Terryanus, meminta kepada Pemerintah RI agar menarik pasukan TNI dari Papua dan menerima tawaran TPNPB dan OPM untuk duduk di meja perundingan yang dimediasi PBB. 

"Jangan alergi dengan perundingan, karena perundingan adalah mekanisme PBB untuk menyelesaikan daerah konflik perang," ujar Terryanus seperti dituturkan jubir OPM, Sebby Sambom.

Dia mengimbau pimpinan TNI dan Polri di Papua,  agar tidak mengorbankan prajurit demi promosi kenaikan pangkat ke pusat Jakarta.

 

Mereka juga membantah adanya 10 anggota OPM yang tertembak mati. Menurutnya, peryataan TNI itu hanya untuk menghibur diri, setelah kehilangan 3 anggota.

"Sikap TNI dan Polri itu, karena malu adanya anggotanya yang korbannya lebih besar dari kami," tulis Sebby Sambom.

Sebelumnya, dalam pertempuran di Nduga pada Kamis, 7 Maret lalu, ada tiga prajurit TNI yang gugur. Salah satunya Sertu Anumerta Yusdin, yang sudah dimakamkan di kampung halamannya di Luwu, Sulawesi Selatan.

TAG

BERITA TERKAIT