Kamis, 07 Maret 2019 18:38
FOTO: Charles Platiau/Reuters
Editor : Andi Chaerul Fadli

RAKYATKU.COM - CEO Facebook, Mark Zuckerberg mempresentasikan visinya untuk masa depan Facebook sebagai platform pesan dan jejaring sosial yang berfokus pada privasi. Langkah itu diambil setelah bertahun-tahun diawasi kelompok advokasi, pengguna, dan politisi lantaran banyaknya pelanggaran privasi dan skandal.

 

"Saya mengerti bahwa banyak orang tidak berpikir Facebook dapat atau bahkan ingin membangun platform yang berfokus pada privasi ini - karena terus terang kami saat ini tidak memiliki reputasi yang kuat untuk membangun layanan perlindungan privasi, dan kami secara historis berfokus pada alat untuk berbagi lebih terbuka," tulis Zuckerberg dalam sebuah posting di halaman Facebook-nya, dikutip dari ABC News, Kamis (7/3/2019).

Zuckerberg mengatakan, Facebook baru akan dibangun di sekitar target inti: interaksi pribadi, enkripsi, keabadian, keselamatan, interoperabilitas - di seluruh keluarga aplikasi Facebook, termasuk Instagram dan WhatsApp - dan penyimpanan data yang aman.

Zuckerberg juga menyebutkan penyimpanan data di negara-negara dengan masalah hak asasi manusia. Tetapi tidak menentukan data pengguna negara mana yang paling rentan.

 

"Orang-orang seharusnya berharap bahwa kita tidak akan menyimpan data sensitif di negara-negara dengan catatan lemah tentang hak asasi manusia seperti privasi dan kebebasan berekspresi untuk melindungi data agar tidak diakses dengan tidak semestinya," tulis Zuckerberg.

Perusahaan teknologi ini menghadapi peningkatan pengawasan terhadap pekerjaan yang telah mereka lakukan dengan pemerintah yang memiliki catatan penyensoran dan pelanggaran hak asasi manusia. 

Google saat ini menghadapi protes dari karyawannya sendiri mengenai "Project Dragonfly", mesin pencari yang disensor untuk China.

TAG

BERITA TERKAIT