Rabu, 23 Januari 2019 16:19
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM, PARIS - Paris Saint-Germain (PSG) mendapat hukuman berupa denda 100.000 euro atau sekitar Rp1,6 miliar. Gegaranya, scouts mereka terbukti mencari pemain-pemain muda berdasarkan ketentuan etnis dan ras yang ditetapkan sebelumnya.

 

Dikutip Sky Sports, komite disiplin liga Prancis menjatuhkan hukuman ini pasca mendengar kesaksian mantan ofisial PSG pada 2015-2018 lalu. Pihak pengelola liga juga mendengar kesaksian General Manager PSG, Jean-Claude Blanc.

Blanc telah mengelola PSG sejak 2011 silam. Dia tak menahu kasus rasial yang melanda klubnya ini. Blanc terhindar dari sanksi karena mau bersikap kooperatif.

November lalu, website investigatif Mediapart melayangkan tuduhan yang disebut dengan 'Football-Leaks'. Mereka mengklaim sampai musim semi 2018 lalu, PSG selalu meminta agen untuk mendatangkan empat kategori pemain.

 

Keempat kategori itu adalah 'Francais' (Prancis), 'Maghrebin' (Africa Utara), 'Antillais' (India Barat), and 'Afrique noire' (Afrika Kulit Hitam). 

Tindakan itulah yang telah melanggar hukum Prancis yang melarang pengumpulan data pribadi yang mengutarakan asal ras atau entis setiap individu.

November 2018 lalu, PSG telah mengakui tindakan itu. Akan tetapi, klub tetap mengaku tidak bersalah karena keputusan itu dibuat sendiri oleh kepala departemen perekrutan pemain muda.

"PSG mengonfirmasi bahwa formulir dengan konten ilegal digunakan antara tahun 2013 sampai 2018 oleh departemen rekrutmen dari akademi pemain muda yang diarahkan untuk daerah-daerah di luar area Paris. Formulir ini merupakan inisiatif pribadi oleh kepala departemen tersebut."

TAG

BERITA TERKAIT