Sabtu, 12 Januari 2019 21:03
Editor : Andi Chaerul Fadli

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Robert Rene Alberts secara mengejutkan meninggalkan kursi kepelatihan PSM Makassar, per tanggal 12 Januari. Pengunduran diri Robert terkuak, setelah beredar pesan elektroniknya yang ditujukan kepada pemain-pemainnya, berseliweran di media sosial.

 

Dalam pesan tersebut, Robert mengaku sedang sakit dan ingin menjalani pengobatan selama tiga bulan ke depan. 

Perjalan Robert di Makassar
Ini kali kedua Robert mengundurkan diri dari PSM Makassar. Pada musim kompetisi bernama Liga Premier Indonesia 2010/2011, Robert juga sempat menjadi juru taktik PSM selama kurang lebih delapan bulan. 

Hanya saja, kisruh dualisme kompetisi dan perihal gaji kala itu, yang membuat Robert hengkang dan memilih menjadi pelatih klub di Malaysia.

 

Lima tahun berlalu, tepat 1 Juni 2016, Robert akhirnya kembali diperkenalkan oleh CEO PT PSM, Munafri Arifuddin dan Direktur Klub, Sumirlan di Eat@Out Karebosi Link, sebagai Pelatih Kepala PSM Makassar, menggantikan Luciano Leandro.

Saat itu, mantan pelatih Arema Indonesia ini akan menangani sisa pertandingan PSM sampai Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 berakhir. Seperti diketahui, TSC bukanlah kompetisi resmi yang diakui oleh PSSI saat itu.

Saat itu, PSM hanya berhasil finis di posisi ke-7 klasemen akhir. Yang menarik adalah PSM tanpa diperkuat satu pun pemain asing pada putaran kedua hingga akhir kompetisi.

Kompetisi resmi yang diakui federasi akhirnya dimulai pada April 2017. Go-jek Liga 1 2017, menjadi ajang sesungguhnya buat Robert. 

Beberapa pemain asing mulai silih berganti. Sayang, Robert tak mampu mewujudkan kerinduan pecinta sepak bola Makassar, untuk membawa gelar juara. 

PSM hanya mampu finis di peringkat ketiga Liga 1. Total 65 poin dari 34 laga yang berhasil dibukukan, dengan 19 kemenangan, 8 kali seri, dan 7 kali kalah.

PSM sebetulnya punya jatah untuk bermain di AFC Cup. Tapi, alasan tak memadai dan belum mendapat lisensi klub profesional dari AFC, membuat PSM tak ikut ajang bergengsi tersebut.

Musim kompetisi 2018, PSM kembali nyaris menjadi juara. Hingga pekan ke-32, PSM masih bertengger di posisi puncak klasemen. Sayang beribu sayang, hasil imbang melawan Bhayangkara FC di pekan ke-33, memupus harapan juara , yang pada akhirnya dirampas oleh Persija Jakarta.

Secara performa, musim kompetisi 2018 lebih baik ketimbang tahun sebelumnya. Di tahun 2018, PSM berhasil ke posisi kedua dengan total 61 poin, dengan 17 kali kemenangan, 10 kali imbang, dan 7 kali kalah. 

Sebelum musim Liga 1 2018, Robert sempat membawa PSM Makassar menjadi juara pada turnamen Super Asia Cup yang diikuti oleh 4 tim: Adelaide United (Australia), Home United FC dan MND FC ( Kamboja) dan PSM Makassar (Indonesia). Seperti diketahui, Super Asia Cup ialah ajang yang digelar oleh PSM sebagai ajang pra-musim dan berstatus sebagai tuan rumah.

Robert juga sempat memimpin anak asuhnya untuk mengikuti ajang Piala Presiden dua tahun berturut-turut, yakni tahun 2017 dan 2018. Namun hasilnya minor. Dua kali pula PSM tak mampu lolos pada fase grup. 

Menurut Sekretaris PSM Makassar, Widya Syadzwina, CEO PSM Makassar Munafri Arifuddin rencananya akan menggelar konferensi pers besok (13/1/2019) untuk menjelaskan secara gamblang soal isu tersebut. 

Akan tetapi, Wina, sapaan akrabnya, mengisyaratkan informasi tentang mundurnya Robert dari kursi pelatih adalah benar. 

"Mengenai waktu dan tempat akan segera saya sampaikan di grup ini. Kita akan sampaikan semuanya secara resmi dihadapan teman-teman. Termasuk rencana-rencana kedepan," jelas Wina. 

TAG

BERITA TERKAIT