Jumat, 04 Januari 2019 10:29
Mantan Ketum PBB MS Ka'ban (kiri).
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Politikus Partai Bulan Bintang (PBB) menyindir pasangan capres-cawapres yang tidak siap menyampaikan visi-misi yang mengawali debat kandidat. 

 

Penyampaian visi-misi sempat menjadi perdebatan belakangan ini. Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno setuju jika visi-misi itu disampaikan kandidat. Alasannya, visi-misi itu poin pokok yang akan dilakukan bila terpilih nanti.

Namun, kubu Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin menganggap penyampaian visi-misi tidak harus dilakukan capres-cawapres. Cukup diwakili tim sukses.

"Sebab visi-misi itu kan sifatnya satu arah. Kalau satu arah kan cuma begitu-begitu saja. Jadi, cukup timses yang menyampaikan," ujar juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga.

 

Penyampaian visi dan misi kandidat rencananya digelar pada 9 Januari 2019, sebelum debat perdana Pilpres 2019 pada 17 Januari 2019. Mengenai format pemaparan, KPU menyerahkannya kepada dua kubu paslon untuk bersepakat. 

KPU bisa membatalkan agenda tersebut jika kedua kubu tidak menemukan kata sepakat terkait konsep penyampaian.

Arya mengatakan, timnya menilai capres dan cawapres lebih baik bertarung visi misi saat debat kandidat saja. "Kami mengharapkan pendalaman visi misi bisa terjadi di debat. Di sana akan diuji, apakah visi misi paslon kami oke atau tidak," ujar politikus Partai Perindo ini.

Sementara itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno keukeuh meminta agar pemaparan visi misi kontestan pilpres 2019 dilakukan secara langsung oleh masing-masing pasangan calon, bukan tim kampanye.

Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said menuturkan, urgensi paparan visi-misi langsung dari masing-masing pasangan calon sangatlah besar. Salah satunya, masyarakat jadi tahu sejauh mana masing-masing calon menguasai permasalahan yang terjadi di negara ini.

"Kalau paslonnya gagap dan tidak menguasai masalah, ini akan menjadi masalah besar. Karena rakyat ibarat beli kucing dalam karung," ujar mantan Menteri BUMN itu.

Hal serupa juga disampaikan oleh juru bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia mengatakan BPN sejak awal menghendaki penyampaian visi misi dilakukan secara langsung oleh capres-cawapres, bukan timses.

Menurut Dahnil, masyarakat ingin tahu langsung dari capresnya. "Ini kan Pilpres, bukan Pilses," ujar Dahnil seperti dikutip dari Tempo.

Menanggapi perdebatan tersebut, mantan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), MS Ka'ban ikut angkat bicara.

"Capres-cawapres harus siap pemaparan visi-misi. Jika berhalangan, bukan berarti pemaparan visi-misi ditiadakan," katanya.

"Ada capres dan cawapres yang menghindar pemaparan visi-misi, itu berarti ndak siap jadi capres dan cawapres. Nyerah saja. Ntar gak siap debat sesi perdebatan juga ditiadakan?" sindir mantan menteri kehutanan di era Presiden SBY itu.

KPU sendiri membolehkan tim sukses menyampaikan visi-misi itu. "Mau tim kampanyenya saja boleh, capres-cawapresnya boleh, yang penting masing-masing sepakat apa yang mau dihasilkan," ujar Ketua KPU Arief Budiman.

Arief menegaskan, menurutnya hal terpenting yaitu kesepakatan masing-masing pihak. KPU dikatakan Arief akan memberikan waktu dua jam untuk menyampaikan visi dan misi.

"KPU kan sudah memberikan rancangannya waktu itu, nanti masing-masing diberikan slot dua jam. Mau siapa dulu silakan saja, mau dua-duanya tampil bareng silakan saja, yang penting bagi KPU apa yang diputuskan semuanya sepakat," ujar Arief. 

Menurutnya, KPU akan memfasilitasi kegiatan sosialisasi visi-misi dalam bentuk forum. Hal ini karena sosialisasi memerlukan waktu yang lebih panjang.

"Pokoknya bagi KPU begini, KPU memfasilitasi kegiatan sosialisasi penyampaian visi-misi karena kalau dalam forum sosialisasi lebih rileks, waktunya panjang tidak diatur dengan ketat," tuturnya. 

Sebelumnya, komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik mengatakan tujuan penyampaian visi-misi ialah memberikan pengenalan awal kepada masyarakat mengenai visi-misi sebelum digelarnya debat. Evi mengatakan pemaparan visi-misi pra-debat sudah dibahas dengan tiap timses, yaitu Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf dan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.

TAG

BERITA TERKAIT