Sabtu, 05 Mei 2018 21:52

MIWF 2018 Angkat Isu-Isu Serius yang Terjadi di Indonesia

Andi Chaerul Fadli
Konten Redaksi Rakyatku.Com
MIWF 2018 Angkat Isu-Isu Serius yang Terjadi di Indonesia

Tema Voise/Noise yang diangkat di Makassar International Writers Festival (MIWF) 2018 kali ini mengangkat tema-tema serius yang terjadi di Indonesia saat ini. Festival ini tidak hanya memperingati 20

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tema Voise/Noise yang diangkat di Makassar International Writers Festival (MIWF) 2018 kali ini mengangkat tema-tema serius yang terjadi di Indonesia saat ini. Festival ini tidak hanya memperingati 20 tahun reformasi, tetapi tema ini juga sebagai respon gempuran riuh rendahnya suara jelang tahun politik di Indonesia. 

Founder MIWF, Lily Yulianti Farid mengatakan bahwa MIWF ini merupakan salah satu bukti kekuatan masyarakat sipil yang mengusahakan sendiri kebutuhan intelektualnya. Festival ini mengajak para pengunjung untuk tidak hanya mengeluarkan kebisingan tetapi juga bisa bersuara dalam menyikapi fenomena sosial yang terjadi. 

"Beda dengan festival lain kita memang berbicara bahwa ini dikerjakan dengan kepercayaan pada ilmu pengetahuan dan pertukaran intelektual sebagai tulang punggungnya,"kata Lily saat diwawancara Sabtu (5/5/2018).

Lily menambahkan diskusi-diskusi yang dibicarakan di MIWF juga banyak mengangkat isu toleransi yang kini semakin menipis di Indonesia. Lily menilai inti dari festival ini dibuat untuk mewadahi fenomena tersebut. 

"Jadi orang berkumpul, orang berbicara mendengarkan berbagai pandangan tentang tema-tema yang dibicarakan,"lanjutnya. 

MIWF sendiri berakhir pada tanggal 5 Mei malam ini. Berbagai penulis  nasional dan internasional juga turut hadir dalam festival ini. Ronny Agustinus, Hikmat Darmawan hingga penulis muda Ziggy Zesyazeoviennazabrizkie turut meramaikan acara ini.