Kamis, 12 April 2018 21:45

Terbukti Langgar Kode Etik, Gaji ASN Jeneponto Tertunda Setahun

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Jeneponto, Syaiful.
Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Jeneponto, Syaiful.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Jeneponto, Syaiful, mengungkapkan ada 30 orang ASN yang direkomendasikan ke Komisi Aparatur Negara Sipil (KASN) di Jakarta. Satu orang terbuk

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Jeneponto, Syaiful, mengungkapkan ada 30 orang ASN yang direkomendasikan ke Komisi Aparatur Negara Sipil (KASN) di Jakarta. Satu orang terbukti melanggar kode etik.

Dia adalah Sekretaris Kelurahan Manjangloe, Muh Sahid R Situju, dengan Nomor R.760/ KASN/4/2018 perihal rekomendasi atas pelanggaran kode etik dan perilaku ASN.

Ia diberi sanksi lantaran terbukti mem-posting fotonya dengan memakai pakaian dinas dengan menggunakan foto nomor urut salah satu paslon di media sosial.

Sahid R Situju diberi sanksi oleh KASN lantaran ketidaknetralannya dalam Pemilukada. "Sahid R Situju sudah ada rekomendasinya keluar dari KASN dan diberi sanksi berupa penundaan gaji secara berkala selama satu tahun yang pelaksanaanya mengacu pada peraturan pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS," ujar Syaiful, Kamis (12/4/2018).

"Setelah rekomendasi terbit saya harap Plt Bupati Jeneponto selaku pembina kepegawaian sesegera mungkin harus ditindaklanjuti," tambahnya.

Syaiful mengatakan, Panwasku tidak akan main-main menindaki ASN yang tidak netral. Bukan hanya sanksi administrasi, tetapi akan ada sanksi pidana/penjara bagi ASN yang terbukti tidak netral.

"Tidak akan memberikan toleransi kepada ASN yang terbukti tidak netral, berbagai langkah pencegahan jajaran kami di bawah di kecamatan sudah dilakukan pencegahan, tetapi ada juga yang masih berani melakukan untuk menghadiri kampanye salah satu paslon," tutur Syaiful.

Untuk sementara, Panwaslu Jeneponto masih menunggu rekomendasi sembilan orang dari KASN yang di dalamnya ada Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Jeneponto dan Kepala Bidan Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum Jeneponto.