Selasa, 03 April 2018 20:25

PKS Beri Sinyal Tak Dukung Prabowo, Inikah Jagoan PKS?

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Mardani Ali Sera
Mardani Ali Sera

Sepakat berkoalisi dengan Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tampaknya tidak secara otomatis mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

RAKYATKU.COM - Sepakat berkoalisi dengan Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tampaknya tidak secara otomatis mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden. 

Hal itu tersirat dari pernyataan elite partai berlambang bulat sabit kembar tersebut. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, Gerindra tidak bisa memaksakan calonnya untuk disepakati oleh anggota koalisi.

Menurutnya, anggota koalisi nantinya, menyodorkan jagoan masing-masing. Jumlah figur yang disodorkan bergantung parpol. Bisa lebih dari satu orang. Setelah itu, mereka berembuk untuk menetapkan figur yang akan menantang Jokowi.

"Kalau Gerindra sudah umumkan, kami akan bersama Gerindra. Nah, siapa calonnya, katakan Gerindra ajukan Prabowo sebagai capres, kami terima. Habis itu duduk bareng, PKS ajukan sembilan, Gerindra ajukan tiga, PAN ajukan dua, duduk bareng mana capres dan cawapres," papar Mardani, Selasa (3/4/2018).

Gerindra sendiri tampaknya tak mau gegabah mendorong Prabowo. Apalagi sejumlah survei terbaru menunjukkan bahwa elektabilitas Prabowo kalah telak atas Jokowi. Buktinya, hingga sekarang Gerindra belum juga mengumumkan calon presiden yang akan mereka usung. 

Sementara PKS telah merilis sembilan figur capres-cawapres yang akan ditawarkan ke koalisi. Mereka yakni Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Mohamad Sohibul Iman, Salim Segaf Al Jufrie, Tifatul Sembiring, Al Muzammil Yusuf, dan Mardani Ali Sera. 

Kesembilan nama itu, semuanya kader. Mardani mengaku tetap melirik figur eksternal, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI, Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo. Hanya saja, bagi eksternal, ada syarat yang harus dipenuhi.

Mardani Ali Sera menyebut Gatot merupakan sosok yang potensial untuk diusung sebagai bakal calon presiden atau wakil presiden pada Pemilu 2019. Namun, saat ini Gatot belum memiliki partai sebagai kendaraan politik yang akan membawanya ke panggung pesta demokrasi. 

"Pak Gatot pemimpin nasional. Tinggal tugasnya Pak Gatot sekarang safari politik ke partai-partai, Ormas, elemen masyarakat, sampaikan visi-misinya. Sehingga beliau 'laku dijual' dan punya kendaraan," kata Mardani.

Bagaimanapun PKS juga punya kepentingan pada Pemilu 2019. Mereka butuh figur yang bisa mengangkat suara parpol berbasis Islam itu. "Kalau di kita mah, kalau dia (Gatot) jadi kader, (kami) siap," kata Mardani.