Rabu, 21 Maret 2018 17:30

Lelaki yang Cium Jasad Anaknya di Lapas, Jalani Sidang di PN Watampone

Mays
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Syamsu Alam (peci hitam) saat sidang atas kasus penganiayaan yang menjeratnya, Rabu (21/3/2018).
Syamsu Alam (peci hitam) saat sidang atas kasus penganiayaan yang menjeratnya, Rabu (21/3/2018).

Syamsu Alam menjalani sidang atas kasus penganiayaan yang menjeratnya, Rabu (21/3/2018).

RAKYATKU.COM, BONE -- Syamsu Alam alias Alga, terus menunduk. Tampaknya kesedihan atas kematian putrinya, almarhumah Ainun yang jasadnya sempat dibawa ke lapas Watampone, masih membekas.

Tadi, Rabu (21/3/2018), Alga menjalani sidang pembelaan di Pengadilan negeri Watampone, atas kasus penikaman yang menjeratnya.

Sebelumnya, Syamsu dituntut 10 bulan penjara, dengan kasus penganiayaan yang dilakukan olehnya di depan rumah bernyanyi Inul Vista Bone pada September 2017 lalu.

Setelah melakukan beberapa kali sidang, Alga sudah tiba pada sidang pembelaan, dan setelah Alga membacakan pembelaannya, Ketua Majelis Hakim akan mempertimbangkan kembali, untuk putusan pada sidang selanjutnya.

Humas Pengadilan Negeri Watampone Hamka yang ditemui di ruangan kerjanya mengatakan itu. "Hari ini kan baru sidang pembelaan, kemudian tentu ada tanggapan dari jaksa penuntut umum, kemudian kembali majelis hakim bermusyawarah dan mempelajari semua fakta-fakta yang ada. Jadi minggu depan baru sidang putusan," kata Hamka.

Lebih jauh Hamka mengatakan, jaksa penuntut umum menuntut terdakwa 10 bulan kurungan penjara, dengan pasal yang dikenakan yaitu Pasal 170 ayat 2 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Sebelumnya, kisah Syamsul Alam menjadi viral setelah tidak diperbolehkan oleh pihak Lapas untuk melayat jenazah putrinya yang meninggal karena tipes. Alasan pihak Lapas Watampone, Syamsul Alam masih berstatus terdakwa sehingga statusnya di Lapas adalah titipan Pengadilan Negeri Watampone.

Karena tidak diizinkan melayat, akhirnya keluarga berinisiatif membawa jenazah sang bocah ketemu ayahnya di Lapas Watampone dengan ambulans. Di halaman Lapas, Syamsul Alam mencium jasad putrinya, dan videonya beredar di media sosial.

Video tersebut sampai di beranda facebook anggota Komisi III DPR RI, Akbar Faizal. Akbar pun menegur Kepala Kanwil Kemenkumham dan Kepala Lapas Watampone dengan mengatakan, di atas substansi produk undang-undang, yang paling tinggi bernama kemanusiaan.

Loading...