Sabtu, 17 Maret 2018 18:29

Sejak Ayahnya Ditahan, Ainun Malas Makan hingga Tipes dan Meninggal

Mays
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Syamsu Alam (pakai kopiah), terus mencium jasad putrinya yang terbujur kaku. Sajadah penutup jenazah basah oleh air matanya.
Syamsu Alam (pakai kopiah), terus mencium jasad putrinya yang terbujur kaku. Sajadah penutup jenazah basah oleh air matanya.

Syamsu Alam (pakai kopiah), terus mencium jasad putrinya yang terbujur kaku. Sajadah penutup jenazah basah oleh air matanya.

RAKYATKU.COM, BONE -- Keluarga Syamsu Alam alias Alga tak bisa membendung rasa sedihnya, saat menyaksikan tahanan Lapas Klas II Watampone itu, mencium jasad putrinya, Ainun untuk terakhir kalinya.

Jasad putrinya yang berusia satu tahun itu pun terpaksa dibawa ke Lapas, setelah pihak Lapas tidak mengizinkan Syamsu Alam keluar melayat jenazah putrinya untuk yang terakhir kalinya. Alasannya, status Syamsu Alam hanya titipan dari pengadilan, sehingga harus seizin hakim PN Watampone.

Hubungan batin antara ayah dan anak begitu kuat, sehingga ketika Syamsu Alam ditahan atas kasus penikaman pada September 2017 lalu, Ainun pun malas makan dan sakit-sakitan.

Puncaknya saat Ainun terserang penyakit tipes. Dia tak mampu melawan penyakitnya hingga mengembuskan napas terakhirnya.

Tetangga Syamsu Alam mengatakan, sejak ayahnya ditahan, Ainun memang sering sakit. "Anaknya namanya Ainun, umurnya baru 1 tahun lebih, Ainun meninggal karena sakit tipes," kata tetangga kepada Rakyatku.com, Sabtu (17/3/2018).

Dia mengatakan, Ainun jatuh sakit sudah sejak lama, semenjak ayahnya ditahan. Pihak keluarga merasa sangat sedih, karena Syamsu Alam sama sekali tak diizinkan pulang untuk melihat anaknya untuk yang terakhir kalinya.

"Keluarga sempat koordinasi dengan pihak Lapas, namun tetap tidak diberikan izin pulang, jadi pihak keluarga hanya membawa jenazah anaknya ke Lapas untuk dipertemukan sebentar dengan ayahnya," tambahnya.

Kisah yang dialami Alga kini viral di media sosial, setelah salah satu pengguna facebook mengupload videonya, dan mendapat banyak komentar sedih dari warganet.

Salah satu tokoh pemuda yang mendengar kabar tersebut, Andi Yuslim Patawari sangat menyesalkan, kenapa tahanan tersebut sampai tidak diberikan izin untuk pulang sebentar menemui anaknya untuk yang terakhir kalinya.

"Sangat disesalkan itu hakim, apabila pihak keluarga sudah melakukan koordinasi, namun tetap tidak diperbolehkan pulang untuk menemui anaknya," ujar mantan Ketua DPP AMPI ini.

Loading...