Selasa, 06 Maret 2018 21:45

Diperiksa Terkait Rekrutmen PPK-PPS, Komisioner KPU Jeneponto Santai

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ketua KPU Jeneponto, Muh Alwi
Ketua KPU Jeneponto, Muh Alwi

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jeneponto meminta klarifikasi komisioner KPU terkait rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

RAKYATKU.COM,JENEPONTO - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Jeneponto meminta klarifikasi komisioner KPU terkait rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Undangan klarifikasi berlangsung dua hari. Pada hari pertama, Selasa (6/3/2018), Panwaslu memanggil tiga komisioner KPU Jeneponto. Mereka adalah Muh Alwi (ketua) serta dua anggotanya, Samsuddin dan Ekawati.

Sementara klarifikasi terhadap dua komisioner KPU Jeneponto lainnya, yakni Hertasning dan Syamsul Kamal dijadwalkan besok, Rabu (7/3/2018).

"Kita undang hanya untuk klarifikasi terkait laporan oknum PPK tentang dugaan pelanggaran hasil evaluasi penyelenggara di tingkat PPK dan PPS yang telah diumumkan KPU," jelas Koordinator Divisi Penindakan Panwaslu Jeneponto, Hamka Lau.

Tiga komisioner KPU menanggapi santai permintaan klarifikasi tersebut. Komisioner KPU Jeneponto Bidang SDM dan Parmas, Samsuddin mengatakan pihaknya sudah bekerja sesuai prosedur dan perundang-undangan yang ada.

Samsuddin dan kawan-kawan mengaku tidak keberatan untuk menghadiri panggilan tersebut. "Saya kira itu hal wajar saja untuk dihadiri undangan klarifikasinya. Semuanya sudah saya jelaskan saat diminta pendapat soal rektrumen PPK dan PPS. Itu sudah sesuai prosedur," tambah Samsuddin. 

Permintaan klarifikasi terhadap tiga komisioner KPU Jeneponto pada Selasa (6/3/2018) berlangsung sekitar dua jam. Ketua Panwaslu Jeneponto Saiful mengaku melontarkan 37 pertanyaan terkait rekrutmen PPK-PPS yang diduga melanggar regulasi.

"Laporan yang diterima Panwaslu, dalam rekrutmen PPK dan PPS, ada yang tidak bersyarat diloloskan. Sementara yang bersyarat, tidak diloloskan," jelas Saiful.