Sabtu, 03 Maret 2018 08:07

Dua Hari Disegel, RSUD Jeneponto Akhirnya Lunasi Tunggakan Listrik

Mays
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bendahara RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto, Kaharuddin, mendatangi kantor PLN Cabang Jeneponto, Jumat (2/3/2018).
Bendahara RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto, Kaharuddin, mendatangi kantor PLN Cabang Jeneponto, Jumat (2/3/2018).

RSUD Lanto Dg Pasewang, akhirnya menyelesaikan tunggakan listriknya selama tiga bulan. PLN pun membuka segelnya.

RAKYATKU.COM, JENEPONTO - Setelah disegel dua hari, PLN akhirnya membuka segel RSUD Lanto Dg Pasewang. Itu setelah bendahara membayar tunggakan selama tiga bulan.

Tunggakan ini terjadi setiap tahunnya, termasuk tahun-tahun sebelumnya. Ini tergantung jika APBD sudah ditetapkan dan selesai diverifikasi.

"Mungkin kita semua paham dan tahu sekali kondisi ini, hanya tahun ini tidak ada kebijakan dari pihak PLN untuk memberikan waktu pencairannya, yang sementara dalam proses," ucap Kaharuddin, Jumat (2/3/2018).

Sekadar diketahui, kepemilikan RSUD dengan PLN itu sama-sama di bawah naungan pemerintah, hanya status pengelolah yang berbeda. Tapi sehubungan penyelesaian tagihan rekening listrik akan diselesaikan, dan pihak PLN segera membuka penyegelan listrik pada gedung kantor administrasi rumah sakit.

Pihak RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto, melakukan pembayaran tunggakan listrik setelah pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Jeneponto menyegel jaringan listriknya sejak Rabu hingga Jumat siang. 

Bendahara RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto Kaharuddin mengatakan, pihaknya sudah melunasi pembayaran tunggakan listrik rumah sakit selama tiga bulan dari Januari, Februari sampai Maret. 

"Saya sudah melakukan pelunasan selama tiga bulan, dengan total sebesar 
 Rp306.702.685 yang sebelumnya Rp209 selama dua bulan. Namun, karena sudah terhitung tiga bulan. Jadi dibayar lunas tiga bulan," tambah Kaharuddin.

Manager PLN Jeneponto Ramlah Harahap membenarkan. "Tunggakannya sudah dilunasi tadi pagi dan segelnya sudah dibuka, untuk kembali dinyalakan aliran listriknya. Tunggakan yang dibayar sebesar Rp306 juta selama tiga bulan, dan sebelumnya nunggak dua bulan, karena sudah masuk bulan tiga jadi dibayar tiga bulan lunas," jelas Ramlan. 

Sebelumnya, diberitakan Pelaksana Tugas Sekda Jeneponto, Syafruddin Nurdin mengatakan, penyegelan listrik rumah sakit oleh PLN itu, sudah protap dan aturan internal PLN, yang harus dipatuhi semua pelanggan.

"Penyegelan itu adalah peringatan pada pelanggan dalam hal ini RSUD Lanto Dg Pasewang, setelah diperingati secara tertulis oleh PLN, dan itu sudah protap yang harus dipatuhi semua pelanggan," jelas Syafruddin Nurdin, Kamis (1/3/2018)

Namun di sisi lain kata Syafruddin, RS Latopas sebagai RS milik pemerintah, bukan tidak patuh dan tidak respons atas peringatan PLN. Tapi persoalannya pada ketersediaan dana rumah sakit, yang sedang dalam proses pencairan karena sumber dananya dari APBD tahun 2018 pada DPA RS Latopas, anggaran untuk biaya pembayaran beban listrik.

"Jadi ada sumber dananya, seharusnya itu bisa menjadi jaminan pada PLN untuk menunda penyegelan, apalagi sudah ada progres pencairan dana. Saya yakin pihak manajemen rumah sakit, sedang upayakan pencairan dananya dan moga-moga minggu ini bisa cair. Menunggu pencairan karena itu bagian dari sistem tata kelola keuangan pemerintah," tambah Kadis Kesehatan itu.