Sabtu, 10 Februari 2018 11:17

Basmalah Gugat Panwaslu Bantaeng ke PTUN Gara-gara SuketĀ 

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Basmalah Gugat Panwaslu Bantaeng ke PTUN Gara-gara Suket 

Pasangan Andi Baso Fahrir-Alam Syahruddin Hanafi (Basmalah) akan menggugat Panwaslu Bantaeng ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Mereka juga siap mengadu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (

RAKYATKU.COM,BANTAENG - Pasangan Andi Baso Fahrir-Alam Syahruddin Hanafi (Basmalah) akan menggugat Panwaslu Bantaeng ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Mereka juga siap mengadu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Sebelumnya, KPUD Bantaeng menyatakan, berkas yang menjadi syarat dukungan bagi calon perseorangan kurang dari yang semestinya. Hanya 11.312 yang memenuhi syarat. Seharusnya minimal 13.460.

Pasangan Basmalah mempersoalkan sikap KPUD Bantaeng yang tidak mengesahkan surat keterangan (suket) pengganti KTP elektronik sebanyak 5.250. Sikap itu sendiri merujuk pada rekomendasi Panwaslu.

"Kami menganggap bahwa rekomendasi Panwaslu Bantaeng itu tidak jelas. Jadi kami meminta diberikan waktu agar suket yang sekitar 5250 yang direkomendasikan TMS oleh Panwaslu untuk diverifikasi," jelas Rahmat Saleh selaku ketua tim Basmalah, Sabtu (10/2/2018).

Dia mengaku sudah membentuk tim hukum dan sudah mulai bekerja. "Kami akan mengambil langkah hukum untuk menggugat di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)," ungkapnya.

Meski yang digugat dalam hal ini Panwaslu Bantaeng, namun kata Rahmat Saleh, bahwa dampaknya akan mengarahkan juga ke KPU Bantaeng, karena mengambil langkah atas rekomendasi Panwaslu Bantaeng.

Menurut Rahmat Saleh, jika dukungan yang disetorkan ke KPU telah lolos verifikasi administrasi, sebenarnya tidak diperbolehkan adanya gugatan (rekomendasi) saat berlangsung verifikasi faktual. "Kami yakin Basmalah akan lolos (sebagai kontestan di Pilkada Bantaeng)," tegasnya.