Minggu, 04 Februari 2018 14:05

Bertahun-tahun Tabung Hasil Jualan Bakso untuk Umrah, Setelah Cukup Malah Kena Tipu

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
 Jemaah PT Solusi Balad Lumampah (SBL) sebelum ditutup pemerintah.
Jemaah PT Solusi Balad Lumampah (SBL) sebelum ditutup pemerintah.

Sangat menyedihkan. Saat tabungan umrah yang bertahun-tahun dikumpulkan raib di tangan travel, salah seorang putranya meninggal di Bali.

RAKYATKU.COM - Sangat menyedihkan. Saat tabungan umrah yang bertahun-tahun dikumpulkan raib di tangan travel, salah seorang putranya meninggal di Bali.

Begitu lah yang dialami Musa'ad, warga Desa Serut, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dia salah seorang korban PT Solusi Balad Lumampah (SBL).

"Kami malu. Gimana nggak malu,” tutur Musa'ad. Tetangga sudah banyak yang tahu dia akan umrah Desember tahun lalu. Namun, hingga kemarin, tak jelas nasibnya kapan berangkat.

Musa'ad sempat tidak berani keluar rumah karena takut ditanya-tanya oleh tetangga dan kerabatnya. Apalagi, Musa'ad juga memiliki banyak pelanggan dari usaha baksonya. “Bolak-balik ditanya kapan berangkat. Bahkan, teman-teman saya sudah menyiapkan lima mobil untuk mengantar keberangkatan saya,” lanjutnya Musa'ad.

Wajar jika Musa'ad jadi lemas. Dia sudah melakukan persiapan maksimal sebelum berangkat umrah. Keluarga sudah membeli daging sapi untuk slamatan, bahan masakan, membeli oleh-oleh umrah, hingga mencetak banner kedatangannya. "Sudah beli banyak banget, pokoknya sama belanja bumbu dapur habis Rp4,8 juta," katanya.

 

Kini koper besar berwana hitam dan hijau dibiarkan tergeletak di sudut ruang tamu. Di sekelilingnya, tampak tumpukan oleh-oleh yang rencananya akan dibagikan ke tetangga sepulangnya dari Tanah Suci nanti. Mulai dari kerudung, tasbih, hingga sajadah semua telah siap. Perlengkapan umrah seperti kain ihram, sarung tangan, hingga kacamata pun hanya tersampir seadanya di atas koper itu. ”Mau gimana lagi,” ujarnya, seperti putus asa.

Musa'ad merupakan salah seorang korban dugaan penipuan serta penggelapan yang dilakukan oleh PT Solusi Balad Lumampah (SBL), biro penyelenggara jasa travel haji dan umrah yang terjadi sejak November lalu. Kasus ini bermula saat kementerian agama menegur PT SBL lantaran menunda pemberangkatan umrah yang seharusnya terbang pada Desember 2017 dan Januari 2018 menjadi Februari, Maret, April, dan Mei 2018. Selanjutnya, diketahui bahwa kantor PT SBL pusat telah ditutup karena tidak mengantongi izin pemberangkatan haji dan umrah.

Sponsored by MGID

Rupanya, di antara puluhan ribu calon jemaah umrah dari PT SBL itu, banyak yang berasal dari Jember dan sekitarnya. Salah satunya Musa'ad yang sudah mendaftar ke PT SBL sejak 2016 silam. ”Hampir tiap bulan kami menyisihkan hasil dari jualan bakso di Panti ini,” akunya seperti dikutip dari Jawapos.com.

Kisah Musa'ad bermula saat dia ingin datang ke Tanah Suci untuk umrah. Keinginan tersebut didengar oleh salah seorang tetangganya yang lantas menawarkan Musa'ad untuk mendaftar di PT SBL. “Tahunya PT SBL itu dari tetangga. Dengar saya punya minat umrah, dia lalu datang ke sini. Kemudian KTP serta KK saya dibawa dia. Saya diajak ke kantor PT SBL buat bayar uang pendaftaran,” begitu Musa'ad memulai kisahnya.

Kala itu, dia dan istrinya membayar pendaftaran masing-masing Rp1 juta. Namun, belakangan hanya akun atas nama Musa'ad saja yang diproses pembayarannya. “Setelah diskusi, selanjutnya hanya nama saya yang meneruskan angsuran pembayaran. Punya istri saya enggak. Katanya nunggu saya pulang dari umrah, nanti ibu nabung lagi,” jelasnya.

Sedikit demi sedikit pria asal Panti ini rutin menyerahkan angsuran pembayaran umrahnya ke kantor PT SBL. Saat angsuran tersisa Rp7 juta pada Desember tahun lalu, dia kembali mendapatkan penawaran promo dari PT SBL. “Saya ditawari promo, kalau bulan ini dilunasi, bisa cepat berangkat dan harganya turun dari Rp29 juta menjadi Rp26,5 juta,” kenang Musa'ad. Tergiur dengan promo tersebut, Musa'ad langsung berupaya melunasi sisa angsurannya pada Desember itu.