Sabtu, 27 Januari 2018 01:25

Penasehat Hukum Pemkot Makassar Belum Terima Info Penahanan Erwin Haiya

Almaliki
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Erwin
Erwin

Penasehat Khusus Pemerintah Kota Makassar Bidang Komunikasi Hukum dan Pencegahan Korupsi, Ramzah Thabraman, mengaku belum menerima informasi terkait rencana penahanan Kepala Badan Pengelola Keuangan d

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Penasehat Khusus Pemerintah Kota Makassar Bidang Komunikasi Hukum dan Pencegahan Korupsi, Ramzah Thabraman, mengaku belum menerima informasi terkait rencana penahanan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Makasssar, Erwin Haiya.

"Informasi terbaru yang saya terima dari Tim Kuasa Hukum Pak Erwin, beliau sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan yang dilakukan Penyidik Subdit III Ditkrimsus Polda Sulsel. Belum ada informasi bakal ditahan malam ini," ungkap Ramzah pada Rakyatku.com, Jumat (26/1/2018).

Menanggapi informasi penahanan yang telah beredar, Ramzah menilai hal tersebut tidak perlu dilakukan. Pasalnya, tidak ada alasan untuk menahan Erwin Haiya.

"Menurut saya tidak perlu ada penahanan. Karena barang buktikan sudah ada di Polda. Baik uang yang Rp1 miliar, komputer, maupun berkas-berkas lainnya," tuturnya.

Erwin Haiya juga selalu kooperatif selama menjalani pemeriksaan di Subdit III Ditkrimsus Polda Sulsel. Sehingga sangat tidak mungkin melarikan diri. Apalagi ditambah dengan jaminan dari advokat hingga Wali Kota Makassar.

 

Selain itu, pihak Kepolisian juga harus mempertimbangkan posisi Erwin Haiya sebagi Kepala BPKA atau dengan kata lain merupakan bendahara di Pemerintah Kota Makassar.

"Kita mohon Polda bisa melihat posisi Pak Erwin sebagai pengelola keuangan di pemerintahan. Penahanan ini tersebut tentu akan berdampak terhadap seluruh aktivitas di Pemerintah Kota Makassar," tukasnya.

Sponsored by MGID

Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengungkapkan bahwa malam ini, penyidik Subdit III Ditkrimsus Polda Sulsel memutuskan untuk menahan BPKA Kota Makasssar, Erwin Haiya. "Yang bersangkutan diperiksa sore tadi sebagai tersangka. Malam ini ditahan penyidik Ditkrimsus," kata Dicky.

Penahanan itu sekaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan alat makan minum dan ATK di Pemkot Makassar 2017. Disebut pula, penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan, serta untuk menghindari pelaku menghilangkan barang bukti, atau mengulangi perbuatannya.