Jumat, 26 Januari 2018 08:45

Manual Rotary Spinner, Karya Kolaborasi Dosen Unismuh, PNUP, dan STIEM Mamuju

Al Khoriah Etiek Nugraha
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Tim inovator alat “Manual Rotary Spinner” bersama produsen Keripik Kentang dan Instruktur dari Singapore Polytechnic
Tim inovator alat “Manual Rotary Spinner” bersama produsen Keripik Kentang dan Instruktur dari Singapore Polytechnic

Karya kolaborasi dosen Unismuh Makassar, Politeknik Negeri ujung Pandang (PNUP) dan STIEM Mamuju dipamerkan dalam Gallery Work Showcase pada kegiatan Workshop Conceiving-Designing-Implementing-Operati

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Karya kolaborasi dosen Unismuh Makassar, Politeknik Negeri ujung Pandang (PNUP) dan STIEM Mamuju dipamerkan dalam Gallery Work Showcase pada kegiatan Workshop Conceiving-Designing-Implementing-Operating (CDIO) 2018.

Produk teknologi alat penirisan minyak keripik kentang, yang diberi nama “Manual Rotary Spinner (MRS)” ini merupakan hasil rancangan konsep yang diprakarsai oleh kolaborasi 7 orang peserta CDIO, dari tiga perguruan tinggi tersebut.

Yakni perwakilan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh, Wildan Burhanuddin, Fatmawati A. Mappasere, Kemudian perwakilan PNUP, Sadriana Ayu, serta perwakilan STIEM Mamuju, yakni A Abdul Azis Ishak, Dharma Aryani, dan Vilia D Paramita.

Perwakilan tim, Abdul Azis memaparkan, konsep spinner dirancang setelah mengimplementasikan pengetahuan tentang ‘Design Thinking’, yang merupakan topik utama dalam CDIO, serta melakukan riset secara langsung terhadap kebutuhan alat pendukung dan tantangan yang dihadapi oleh produsen lokal Keripik Kentang di daerah Malino. 

"Manual Rotary Spinner ini telah kami uji coba bersama 3 produsen keripik kentang, dan hasilnya sesuai yang diharapkan, yakni dapat mempercepat proses pengeringan keripik yang telah di goreng," kata Azis.

 

Dalam kesempatan itu, salah satu produsen keripik kentang, Dg Intan, mengaku alat tersebut sangat membantu jualannya, selain penggunaannya yang praktis dan hasilnya kripiknya lebih renyah, ia tidak perlu menggunakan tenaga listrik, sehingga tidak perlu khawatir dengan masalah pemadaman listrik.

"Terima kasih untuk dosen-dosen yang mau membantu usaha kami dengan  membagi ilmunya dan mau turun ke masyarakat," ungkapnya.

Sponsored by MGID

Sementara itu, tim instruktur dari Singapore Polytechnic yang terdiri dari Mr Wee Eng Soon dan Ms Ng Aik Min sangat mengapresiasi keberhasilan group ini sebagai team-work, yang mampu memadukan ide-ide kreatif dan solutif untuk membantu penguatan industri lokal. 

"Ke depannya, tim ini akan menyempurnakan rancangan dan penggunaan alat MRS ini ke jenjang pengabdian masyarakat yang lebih luas cakupannya dengan tetap menggunakan pendekatan Design Thinking," harap Wee Eng Soon. 

Diketahui, CDIO 2018 yang diusung dengan tema ‘Implementing Workshop On Appropriate Technology With Local Communities’ ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para peserta untuk menyusun konsep inovatif tentang pengabdian masyarakat melalui inovasi teknologi tepat guna bagi masyarakat setempat. 

Sponsored by advertnative