Jumat, 19 Januari 2018 13:34

Pemain Lama vs Pemain Baru di Pilkada Luwu, Cakka Penentu?

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Duet Patahuddin-Emmy Tallesang diyakini bisa merepotkan pasangan Basmin Mattayang-Syukur Bijak di Pilkada Luwu.
Duet Patahuddin-Emmy Tallesang diyakini bisa merepotkan pasangan Basmin Mattayang-Syukur Bijak di Pilkada Luwu.

Pertarungan sengit bakal tersaji di Pilkada Luwu 2018. Ada beberapa catatan menarik, jika menelisik perjalanan politik para kandidat jelang penetapan calon pada 12 Februari mendatang.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Pertarungan sengit bakal tersaji di Pilkada Luwu 2018. Ada beberapa catatan menarik, jika menelisik perjalanan politik para kandidat jelang penetapan calon pada 12 Februari mendatang.

Pertama, tak ada incumbent. Bupati Andi Mudzakkar, yang tengah menyelesaikan periode keduanya, maju pada Pilgub Sulsel 2018. Sementara wakilnya, Amru Saher kandas sebelum memasuki arena. Kader PKS itu tak mendapat sokongan partai politik yang cukup untuk dijadikan tiket.

Kedua, kemungkinan besar hanya akan diikuti dua kontestan, yakni pasangan Basmin Mattayang-Syukur Bijak dan Patahuddin-Emmy Tallesang. Pasangan Buhari Kahar Mudzakkar-Wahyu masih berjibaku agar permohonannya diakomodasi KPU.

Pasangan Basmin-Syukur adalah pemain lama. Duet itu telah berlaga pada Pilkada Luwu 2014 lalu, dan cukup merepotkan kepala daerah saat ini, Andi Mudzakkar-Amru Saher. Kekalahannya pun terbilang tipis. Bahkan, hasil akhirnya ditentukan MK.

"Basmin dan Syukur Bijak berpengalaman dalam kompetisi ini. Jadi, Patahuddin-Emmy harus berusaha keras mengimbangi itu," kata Direktur Epicentrum Politica, Iin Fitriani, Jumat (19/1/2018).

Pengalaman Basmin dan Syukur memang tak bisa dinafikan. Basmin sempat menjabat sebagai bupati Luwu periode 2004-2008. Walaupun, dia harus meletakkan jabatannya setahun sebelum masa baktinya resmi berakhir. Sementara Syukur, juga sempat menjadi pendamping Cakka, panggilan Andi Mudzakkar, pada pemerintahan periode 2009-2014.

Dalam perhelatan politik kepada daerah, tahun ini merupakan keikutsertaan keempat Basmin, dalam kurun waktu 17 tahun terakhir. Sekali menang, dan dua kali dipecundangi oleh Cakka.

Sementara Syukur, keikutsertaan ketiganya. Menang saat digandeng Cakka pada tahun 2009, lalu "dibuang" pada perhelatan politik tahun 2014 dan menderita kekalahan.

"Head to head Pilkada Luwu memang menyajikan pilihan tanpa petahana. Jadi persaingan terbuka akan terasa langsung dampaknya ke masyarakat. Saat ini Basmin masih mengungguli survei (dalam catatan Epicentrum Politica). Namun dengan masuknya Patahuddin-Emmy, Basmin-Syukur patut waspada," paparnya.

Patahuddin saat ini menjabat selaku ketua DPD II Golkar Luwu. Sepak terjang dan karier politiknya juga terbilang mentereng. Ia juga sempat menjabat selaku ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Luwu.

"Patahuddin ini sudah berpengalaman di partai. Emmy itu pengusaha termasuk tokoh dari wilayah utara (Luwu) yang disegani," beber Iin.

Patahuddin-Emmy diyakini bakal merepotkan pasangan Basmin-Syukur. "Jangan sampai terlena dengan hasil survei. Patahuddin-Emmy juga punya sebaran loyalis yang andal sebagai mesin pemenangan mereka," tutur Iin.

Namun, di samping persaingan ketat antar keduanya, Iin juga memperkirakan, campur tangan Cakka juga akan menjadi penentu, siapa yang akan unggul di ujung permainan.

Jadi menurutnya, para kontestan ini mesti membangun sinergi dan komunikasi politik dengan petahana. Utamanya Cakka yang mau maju pada Pilgub, serta Amru yang memegang kendali pemerintahan di masa kampanye.

"Lebih baik lagi jika bisa meraih dukungan petahana karena akan berpengaruh ke jajaran-jajaran di bawahnya sehingga titik temu kepentingan itu bisa saling menguntungkan mereka," pungkas Iin.