Jumat, 19 Januari 2018 12:16

Ditinggal Salat, Warga Pangkep Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Mangga

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Warga Pangkep saat dievakuasi dari pohon mangga.
Warga Pangkep saat dievakuasi dari pohon mangga.

Jajaran Polres Pangkep mengaku tak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh warga Pangkep yang tewas gantung diri di pohon mangga, Kamis malam lalu. Kecuali ciri-ciri luka akibat gantung diri yang dil

RAKYATKU.COM,PANGKEP - Jajaran Polres Pangkep mengaku tak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh warga Pangkep yang tewas gantung diri di pohon mangga, Kamis malam lalu. Kecuali ciri-ciri luka akibat gantung diri yang dilakukan korban.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kecuali bagian tubuh akibat gantung diri korban, di antaranya bagian leher mengalami patah," ujar Kapolres Pangkep, AKBP Bambang Wijanarko, Jumat (19/1/2018).

Dijelaskan Bambang, sebelum kejadian, istri korban menyuruh korban untuk duduk di depan teras rumahnya karena dirinya akan melaksanakan shalat magrib. Selesai shalat, karena korban tidak terlihat lagi di teras rumah, istrinya bersama anaknya bernama Sudirman melakukan pencarian di sekitar rumah.

Herman Alias Sakka, 48 Tahun, warga Kampung Baru, Kelurahan Marang, Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkep, kemudian ditemukan istri dan anaknya tergantung di seutas tali nilon yang dikaitkannya di pohon mangga.

"Pukul 18.15 wita saksi menemukan korban sudah gantung diri menggunakan tali, di pohon mangga yang berada tepat di belakang rumah korban," ungkap Bambang.

Ditambahkan Bambang, hingga saat ini pihaknya belum menemukan motif lain dari kematian korban. Bahkan dari pengakuan istrinya, istrinya juga tidak pernah bermasalah dengan korban.