Senin, 15 Januari 2018 15:07

Dilengserkan dari Hanura, Oesman Sapta: Pasti Kami Lawan dan Tertibkan

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Sekjen DPP Hanura Sarifuddin Sudding
Sekjen DPP Hanura Sarifuddin Sudding

Diberhentikan dari jabatannya sebagai ketua umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) tidak tinggal diam. Dia malah mengancam balik pengurus yang mengganggunya.

RAKYATKU.COM - Diberhentikan dari jabatannya sebagai ketua umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) tidak tinggal diam. Dia malah mengancam balik pengurus yang mengganggunya.

"Saya tidak peduli apa yang diakukan oleh sekelompok orang-orang yang kecil, yang ingin merusak partai. Pasti akan kami lawan dan tertibkan," tegas OSO usai memimpin rapat di Hotel Manhattan, Jakarta, Senin (15/1/2018).

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) membantah semua tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya. Termasuk isu mahar politik terkait pencalonan anggota legislatif untuk Pemilu 2019.

Sebelumnya, beredar isu bahwa OSO mewajibkan seluruh caleg Hanura untuk membayar mahar politik. Menurut dia, hal semacam itu justru merusak Hanura. Walau tergolong baru di Hanura, putra berdarah Bugis itu mengaku akan menjaga Hanura sebagai partai hati nurani.

"Ini menyedihkan. Kami kan begini. Kami kan pakai hati nurani kalau kami mencontohkan, partai nurani salah. Kalau yang salah ditindak, kalau yang bagus kami teruskan," kata dia.

 

Dalam rapat yang berlangsung di Hotel Ambhara, Sekjen DPP Hanura Sarifuddin Sudding membeberkan dosa-dosa OSO sehingga dilengserkan dari jabatan ketua umum. Padahal, OSO baru menjabat satu tahun 24 hari. Dia dikukuhkan sebagai ketua umum pada 22 Desember 2018.

Setelah OSO lengser, DPP Hanura menunjuk Marsekal Madya (Marsdya) Daryanto sebagai pelaksana tugas ketua umum. Dia akan menjabat hingga digelarnya musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) untuk memilih ketua umum DPP Partai Hanura yang baru.

Namun, penunjukan Daryanto dicibir Wakil Ketua Umum Partai Hanura l Gede Pasek Suardika. "Yang namanya pemilihan ketua umum, yang saya tahu di AD/ART itu lewat Munaslub, bukan lewat kumpul-kumpul," ujarnya.