Senin, 15 Januari 2018 14:08

4 Kali Berputar, Helikopter yang Ditumpangi Menteri Rini Langsung Menghilang

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Suasana di lokasi PLTB Sidrap, Senin (15/1/2018).
Suasana di lokasi PLTB Sidrap, Senin (15/1/2018).

Helikopter yang ditumpangi Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Dirut PLN Sofyan Basir sempat berputar empat kali di atas areal proyek PLTB Sidrap. Setelah itu, balik arah dan kembali hilang ditelan awa

RAKYATKU.COM,SIDRAP - Helikopter yang ditumpangi Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Dirut PLN Sofyan Basir sempat berputar empat kali di atas areal proyek PLTB Sidrap. Setelah itu, balik arah dan kembali hilang ditelan awan hitam. 

Kabut tebal yang menyelimuti kawasan pengunungan Dusun Pabberesseng, Desa Mattirotasi Kecamatan Watangpulu Kabupaten Sidrap, Senin (15/1/2018) sekitar pukul 10.45 wita mengakibatkan helikopter AW139-Weststar tersebut gagal mendarat.

Helikopter Agusta dengan Nomor Register PK-WAD yang dipiloti Kapten Tubagus tersebut berusaha keras untuk mendarat, namun selalu dan kembali berputar-putar. 

“Ada sekitar empat kali (mencoba mendarat), helikopter yang ditumbangi Ibu Menteri BUMN serta sembilan orang lainnya itu gagal mendarat dan kembali ke Makassar,” papar Press Officer PT UPC Sidrap Bayu Energi, Yermia Riezky.

Sementara, Helikopter Super Puma yang mengangkut Direktur JBTBN PT PLN, Djoko Rahardjo Abumanan dan rombongan berhasil mendarat di pegunungan Pabbaresseng, pada pukul 09.45 Wita. 

 

“Ada dua pesawat helikopter yang digunakan rombongan menteri dan dirut PLN untuk meninjau lokasi PLTB Sidrap. Satu berhasil mendarat, sedangkan yang ditumpangi Ibu Menteri Rini justru gagal mendarat,” terang Yermia.

Disebutkannya, kunjungan Menteri BUMN dan Dirut PLN untuk melihat progres PLTB Sidrap tersebut akan dijadwal ulang sebelum Presiden Joko Widodo meresmikan megaproyek yang menelan anggaran USD150 juta ini pada kuartal pertama 2018 mendatang.

Sebagaimana diketahui, PLTB Sidrap merupakan pembangkit tenaga angin kapasitas 75 MW, Pembangkit ramah lingkungan ini terdiri dari 30 turbin kincir angin yang masing-masing berkapasitas 2,5 MW. Model turbin yang digunakan dari Gamesa Iolica Corporation pada menara baja setinggi 80 meter dengan panjang baling-baling 57 meter.

Proyek dengan investasi sekitar 150 juta dolar AS ini ditargetkan beroperasi secara komersial pada awal 2018 ini dioperasikan oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi.

Dengan beroperasi PLTB ini akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari sedikit negara di Asia yang mempunyai pembangkit  bertenaga angin. Di antaranya Jepang, Tiongkok, dan Korea.