Jumat, 05 Januari 2018 09:50

Alasan PKS Tunda Penyerahan Rekomendasi untuk Pilwakot Makassar

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Syamsu Rizal dan Iqbal Djalil di Kantor DPD PKS Makassar beberapa waktu yang lalu
Syamsu Rizal dan Iqbal Djalil di Kantor DPD PKS Makassar beberapa waktu yang lalu

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menunda penyerahan surat rekomendasi untuk usungannya di ajang Pilwalkot Makassar 2018.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menunda penyerahan surat rekomendasi untuk usungannya di ajang Pilwalkot Makassar 2018.

Dalam acara Konsolidasi Tim Pemenangan Pilkada PKS yang dirangkaikan dengan penyerahan rekomendasi kepada usungan PKS seluruh Indonesia di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (4/1/2018) sore kemarin, belum ada penyerahan form B.1-KWK untuk usungan di Kota Makassar.

Dikonfirmasi Rakyatku.com, Ketua DPW PKS Sulsel, Mallarangan Tutu membenarkan hal tersebut. Menurutnya, PKS belum mengeluarkan rekomendasi karena proses penentuan usungan untuk Kota Makassar masih sementara bergulir di DPP.

"Untuk Makassar belum karena masih dalam proses di DPP," tuturnya saat dikonfirmasi, Kamis (4/1/2018) malam.

Meskipun demikian, menurut Mallarangan, penentuan usungan dan penyerahan rekomendasi form B.1-KWK untuk Pilwalkot Makassar akan rampung pekan ini.

 

"Sedang diproses di DPP, targetnya dalam pekan ini sebelum pendaftaran di KPU," tambahnya.

Disinggung kandidat yang paling berpeluang untuk diusung PKS, Mallarangan enggan berspekulasi. Menurutnya, semua kandidat masih punya peluang yang sama.

"Semua paslon karena semua masih jalin komunikasi sampai sekarang," pungkasnya.

Sekedar diketahui, di Pilwalkot Makassar sebelumnya PKS telah memberikan surat tugas kepada pasangan Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi). Namun belakangan, PKS mengalihkan dukungannya dengan memberikan surat tugas kepada duet Syamsu Rizal-Iqbal Ali Djalil (DIAji). 

Keputusan pengalihan dukungan tersebut mendapat reaksi keras dari 14 DPC PKS se Kota Makassar yang ramai-ramai menyerukan agar dukungan PKS dikembalikan ke Danny-Indira. Terlebih lagi, duet DIA ji tidak mampu mencukupkan jumlah kursi usungan sampai batas waktu yang telah ditetapkan, yakni 31 Desember 2017 kemarin.

Selain DIAmi dan DIAji, PKS juga sempat intens menjalin komunikasi dengan kandidat lainnya, Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu).

"Semua memiliki peluang, tergantung bagaimana komitmennya terhadap partai. Intinya kami ingin menegakkan wibawa partai dan dalam waktu dekat sudah ada nama yang akan kami usung," ungkap Mallarangan beberapa waktu lalu.