RAKYATKU.COM, TAKALAR — Jenazah warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Takalar berinisial AP yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi blok hunian pada Senin, 21 September 2026 telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Hal ini sebagaimana dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Takalar, Inspektur Polisi Satu (IPTU) Haryanto.
"Jenazah sudah diserahkan ke keluarga almarhum," kata IPTU Haryanto pada Selasa 22 September 2026.
Baca Juga : Penjelasan Lapas Takalar Terkait Warga Binaan Meninggal Dunia
Sebelumnya, Polres Takalar menerima informasi dari pihak Lapas Takalar mengenai kematian warga binaan sekitar pukul 12.00 Wita (Senin 21 September 2026) setelah salat Zuhur.
AP ditemukan dalam kondisi tergantung dengan kain panjang yang diduga berupa sarung terlilit di lehernya. Saat ditemukan, pintu toilet dalam kondisi terkunci dari dalam. Terkait peristiwa itu, Polres Takalar melakukan olah TKP, visum jenazah dan pemeriksaan saksi-saksi. Meski demikian tidak dilakukan proses lebih lanjut karena keluarga almarhum tidak keberatan.
"Pihak keluarga tidak keberatan serta telah menandatangani berita acara penolakan autopsi," tambah IPTU Haryanto.
Baca Juga : Lima Bulan Dipimpin AKBP Siska Dwimarita, Satlantas Polrestabes Torehkan Sejumlah Prestasi
Hal senada disampaikan Gugu Alam, Tim Humas Lapas Takalar. Ia menyebut jenazah almarhum dijemput langsung oleh keluarga almarhum di Lapas Takalar.
"Tadi malam sekitar pukul 21.00 setelah dilaksanakan olah TKP, visum jenazah dan pemeriksaan saksi-saksi oleh Polres Takalar. Kami sudah serahterimakan jenazah kepada pihak keluarga dan diterima dengan baik oleh pihak keluarga. Pihak keluarga telah menyatakan penolak untuk dilakukan autopsi," jelasnya.
Almarhum AP disebut telah berada di Lapas Takalar selama dua tahun dengan masa pidana 8 tahun dengan kasusnya kekerasan seksual. AP bersama delapan warga binaan lainnya termasuk yang berkasus pidana umum berada di kamar yang sama sebelum meninggal dunia. Sebelum ditemukan gantung diri, AP disebut menjalani kehidupan di Lapas seperti warga binaan lainnya tanpa ada keluhan.
Baca Juga : Warga Binaan Lapas Takalar Meninggal Dunia
"Keseharian almarhum sama seperti warga binaan pada umumnya melaksanakan program pembinaan. Berdasarkan absensi giat kerohanian Nasrani, almarhum aktif mengikuti kegiatan ibadah. Berdasarkan rekam medis almarhum tidak pernah mengeluh sakit," bebernya.