Jumat, 23 September 2022 18:37

Wakil Wali Kota Makassar Beberkan Strategi Minimalkan Risiko Bencana di Australia

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi (dua kanan depan).
Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi (dua kanan depan).

Fatmawati Rusdi menjelaskan tentang Makassar Recover serta tiga isu yang menjadi permasalahan terkait perubahan iklim, yakni sea level rise, cuaca ekstrem, dan carbon emission.

RAKYATKU.COM, BRISBANE - Asia-Pasific Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction 2022 yang dihadiri Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, di Brisbane, Australia, memasuki hari terakhir, Jumat (23/9/2022).

Pada pertemuan terakhir ini, Fatma mengikuti sesi diskusi bersama delegasi dari berbagai negara membahas terkait strategi Makassar dalam menghadapi risiko bencana yang disebabkan karena perubahan iklim.

"Hasil diskusi tersebut akan dijadikan rujukan modul pembelajaran untuk pengurangan risiko bencana untuk memastikan pembangunan berkelanjutan dan inklusif berbasis ketahanan,” kata Fatma.

Baca Juga : Pekan Ketiga Ojol Day, Wali Kota Makassar Gunakan Ojol Kunjungi Sejumlah Lokasi

Dalam diskusi tersebut, Fatma menyampaikan program Makassar Recover sebagai strategi pemerintah kota meminimalkan risiko bencana melalui tiga sektor, yakni imunitas kesehatan, adaptasi sosial, dan pemulihan ekonomi.

Selain Makassar Recover, ada tiga isu yang menjadi permasalahan terkait perubahan iklim, yakni sea level rise, cuaca ekstrem, dan carbon emission.

Terkait isu sea level rise atau meningkatnya level permukaan air laut yang berdampak terjadinya abrasi, rob, dan intrusi air laut, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sudah memiliki program mitigasi dan adaptasi yang dilakukan dengan membuat polder atau tanggul penahan ombak di kawasan pantai.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Terkesan Longwis Zurich, Maksimalkan Teknologi untuk Budi Daya Tanaman

Sementara, untuk intrusi air laut atau naiknya batas antara permukaan air tanah dengan permukaan air laut ke arah daratan yang menyebabkan air tanah menjadi payau, programnya adalah perlindungan laut pantai.

Sponsored by MGID

“Progresnya sepanjang 17 kilometer garis pantai, antara lain penanaman, mempertahankan tanaman bakau/mangrove,” tuturnya.

Lalu, bencana yang diakibatkan cuaca ekstrem, seperti angin ribut dan banjir, pemerintah sudah membuat pusat layanan evakuasi dan menyiapkan relawan bencana alam.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Beri Kuliah Pakar di FEB UMI, Bahas Digitalisasi Birokrasi

“Kita buat juga tempat penampungan Macca yang dapat menampung 10 ribu orang dan pembuatan Kolam Regulasi Nipa-Nipa dan Waduk Balang Tonjong,” bebernya.

Sementara, untuk permasalahan emisi, ada dua dampak yang memungkinkan terjadi, yaitu polusi dan gelombang panas.

“Terkait isu ini mitigasi kita, seperti bank sampah, kendaraan listrik, koridor hijau, dan bank energi,” tutur Fatma.

Baca Juga : Pelari Dalam dan Luar Negeri Apresiasi Makassar Half Marathon 2022

Pada kesempatan ini, Fatma didampingi Kepala DPPPA Makassar, Achi Soleman; Kepala Disdukcapil Makassar, Hatim Salim; dan Kepala BPBD Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin.

#pemkot makassar #Fatmawati Rusdi