Senin, 22 November 2021 20:23

Tawuran Marak Lagi, Anggota DPRD Curiga Efek Kurang Kegiatan Selama Pandemi

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Tawuran Marak Lagi, Anggota DPRD Curiga Efek Kurang Kegiatan Selama Pandemi

Dengan kondisi PPKM yang sudah berada di level 2, RTQ berharap pemerintah bisa membuka peluang bagi anak muda menyalurkan kreativitas mereka.

RAKYATKU.COM -- Penanganan pandemi perlu lebih komprehensif. Berbagai pembatasan menimbulkan dampak lain.

Tawuran antar kelompok, salah satunya. Benarkah? Setidaknya itu pandangan anggota DPRD Makassar, Rachmat Taqwa Quraisy (RTQ).

Tawuran kelompok yang pernah reda, kini marak lagi selama pandemi Covid-19. RTQ menduga, energi anak-anak tidak tersalurkan ke hal-hal positif.

Baca Juga : Kirsuh Sopir Pete-Pete vs Teman Bus, RTQ: Seharusnya Mereka Ikut Dipekerjakan

Dia mencontohkan, sebelum pandemi, selalu ada kegiatan 17-an. Selama pandemi tidak ada lagi. Anak-anak juga bosan belajar online terus.

Saat ini solusi yang diberikan pemerintah kota masih sebatas posko pengamanan di dua kelurahan yaitu Cambayya dan Gusung.

 

Dengan kondisi PPKM yang sudah berada di level 2, RTQ berharap pemerintah bisa membuka peluang bagi anak muda menyalurkan kreativitas mereka.

Baca Juga : Bantu Korban Angin Kencang, Muchlis Misbah: Bantuan Pemerintah Jangan Hanya Tenda

"Semoga adek-adek kita ini energinya bisa tersalurkan dengan positif,” kata legislator asal PPP ini.

Sponsored by MGID

Sementara anggota Komisi C DPRD Makassar, Andi Pahlevi berharap petugas keamanan dan para tokoh masyarakat bisa duduk bersama mencari solusi.

"Menurut kami untuk menyelesaikan itu harus ada diskusi yang berkelanjutan supaya persoalan bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.

#dprd makassar