Minggu, 31 Oktober 2021 22:23

Plt Gubernur - GM PLN UIW Sulselrabar Tandatangani Kesepahaman Pemanfaatan Listrik untuk Pertanian

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Plt Gubernur - GM PLN UIW Sulselrabar Tandatangani Kesepahaman Pemanfaatan Listrik untuk Pertanian

PLN mendorong petani memanfaatkan teknologi yang meningkatkan produktivitas pertanian melalui energi listrik.

RAKYATKU.COM - Pelaksana tugas (plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berharap ke depan sawah tadah hujan yang ada di Sulsel dapat diairi dengan pemanfaatan listrik demikian juga sawah yang menggunakan sumur bor untuk suplai air dapat terpenuhi kelistrikannya.

Penyediaan air bukan lagi dari mesin yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM).

“Harapan kita ke depan, sawah-sawah kita yang tadah hujan atau menggunakan bor, itu sudah tersedia sumber listriknya. Tentu kita mau mendorong sekarang energi baru terbarukan (EBT) dan pemanfaatan listrik yang lebih ramah lingkungan,” kata Andi Sudirman Sulaiman, Minggu (31/10/2021) dalam acara penandatanganan MoU Electrifying Agriculture antara plt gubernur Sulsel dengan general manager PLN.

Baca Juga : Gubernur Andi Sudirman Dorong Apoteker Berinovasi Mewujudkan Dunia yang Lebih Sehat

Penandatanganan MoU yang dilakukan adalah electrifying agriculture. Merupakan salah satu program yang dilaksanakan PLN untuk mendorong petani memanfaatkan teknologi yang meningkatkan produktivitas pertanian melalui energi listrik. Pemanfaatan energi listrik di program tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pertumbuhan tanaman pertanian.

“MoU kerja sama dengan PLN terkait pelayanan kelistrikan di Provinsi Sulawesi Selatan. Kerja sama ini untuk mensupport sektor pertanian kita,” tambah Andi Sudirman Sulaiman.

 

Ia juga berharap bahwa Sulsel dapat memanfaatkan surplus listrik yang dimilikinya. Sulsel juga merupakan provinsi dengan sumber energi baru terbarukan terbesar di Indonesia.

Baca Juga : Soal Water Levy, Pemprov Sulsel : Telah Dibayarkan Setelah Proses Administrasi

Plt Gubernur bersama GM PLN UIW Sulselrabar Awaluddin Hafid menyerahkan Smart Grobak Program CSR PLN. Ini adalah program kerjasama PLN UP3 Makassar Selatan dengan pelaku usaha di bidang kuliner menggunakan media gerobak dorong. Dalam kegiatan usaha yang diberikan dilengkapi dengan kompor induksi, panci stainless steel, instalasi listrik dan Qris untuk media pembayaran.

Sponsored by MGID

“Pemberian gerobak, itu juga menggunakan energi listrik. Artinya bagaimana sistem didrive oleh bahan bakar kita konversi ke listrik. Jadi lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Awaluddin Hafid menyatakan, PLN mendorong penggunaan listrik dapat menyentuh berbagai sektor produktif. Khususnya di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Dinas PKH Sulsel: 3.144 Ternak Sembuh dari PMK

Sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) dengan total daya mampu mencapai 2.019 MW, sistem ini memiliki beban puncak sebesar 1.435 MW, sehingga memiliki reserve margin atau cadangan daya sebesar 584 MW. Olehnya itu, pihaknya ingin mengoptimalkan cadangan daya yang besar itu bisa dimanfaatkan di segala sektor. Seperti pertanian, perikanan, perkebunan, UMKM hingga industri.

"Ini cadangan daya yang sangat besar yang harus kita optimalkan penggunaannya. Sehingga listrik ini termanfaatkan untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Guna mewujudkan hal itu, PLN menggandeng Pemprov Sulsel untuk bersinergi mendorong para petani di Kabupaten Maros bisa beralih menggunakan listrik. Nantinya, pompa-pompa irigasi persawahan yang sebelumnya memakai mesin diesel berbahan bakar solar, akan berganti menjadi pompa listrik.

Baca Juga : Reklamasi Pulau Lae-Lae Segera Berjalan

Menurutnya, pemanfaatan listrik untuk pertanian dan perkebunan telah dilakukan di beberapa Kabupaten di Sulsel. Diantaranya di Kabupaten Sinjai, listrik dipakai untuk meningkatkan produktivitas perkebunan buah naga. Hasilnya, di samping frekuensi panen lebih cepat, ukuran buah naga jauh lebih besar. Adapula di Kabupaten Enrekang, yang memanfaatkan lampu listrik sebagai penangkal hama bawang merah.

Tak hanya sektor pertanian, PLN juga mendorong penggunaan listrik di sektor rumah tangga. Caranya dengan mensosialisasikan kompor induksi untuk memasak. Selain biayanya murah, kompor induksi diklaim akan menekan emisi karbon.

"Harapannya nanti ini akan memperpendek usia panen dan meningkatkan produktivitas petani karena air sangat esensial bagi petani," ucap Awaluddin.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Lantik Kadis Kesehatan yang Baru, Sebelumnya Menjabat di Lutim

 

Penulis : Syukur
#pln #Pemprov Sulsel