Senin, 13 September 2021 21:01

Vaksinasi di Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar Target 1.200 orang Santri

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Vaksinasi di Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar Target 1.200 orang Santri

Nadiah Zainuddin Amalimengapresiasi Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar atas semangatnya melaksanakan vaksinasi untuk 1.200 peserta.

RAKYATKU.COM - Penasihat Dharma Wanita Kementerian Pemuda dan Olahraga, Nadiah Zainuddin Amali menghadiri vaksinasi untuk negeri, vaksin untuk tenaga pendidik, pemuda, santri/pelajar, dan mahasiswa.

Pada acara yang dilaksanakan di Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar, Senin (13/9/2021), Nadiah didampingi pelaksana tugas Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina dan Kapolda Sulsel, Irjen Pol Dr H Merdisyam.

Penasihat Dharma Wanita Kementerian Pemuda dan Olahraga, Nadiah Zainuddin Amali, saat membuka acara vaksinasi tersebut, mengatakan, program ini untuk mendukung pemerintah dalam percepatan vaksinasi untuk persiapan belajar tatap muka. Pihaknya mengapresiasi pesantren ini atas semangatnya melaksanakan vaksinasi untuk 1.200 peserta.

Baca Juga : Dipuji Jokowi, Nakes di Wajo Terobos Banjir Lanjutkan Vaksinasi Secara Door to Door

"Atas partisipasi semua pihak, kami sampaikan terima kasih. Adik-adik yang akan divaksin, tetap jaga protokol kesehatan," kata Nadiah.

Pelaksana tugas Ketua TP PKK Sulsel, Naoemi Octarina, mengatakan, vaksinasi untuk negeri ini untuk melindungi generasi masa depan, sekaligus persiapan pelaksanaan belajar tatap muka. Ia mengapresiasi kehadiran Nadiah Zainuddin Amali, atas atensinya terhadap pelaksanaan vaksinasi di Sulsel.

 

"Kegiatan vaksinasi ini butuh sinergi antara organisasi, komunitas, pemerintah pusat, provinsi, dan masyarakat. Kami dari PKK juga sangat mendukung kegiatan vaksinasi untuk masyarakat," katanya.

Baca Juga : Pengunjung yang Belum Vaksin Tak Bisa Masuk MaRI, kecuali Mau Ikut Vaksinasi

Pemprov Sulsel juga memiliki mobile vaccinator yang berkeliling ke kabupaten-kota untuk pelaksanaan vaksinasi. PKK juga baru-baru ini mengadakan vaksinasi khusus perempuan, karena banyak perempuan saat vaksin tidak mau keliatan auratnya.

Sponsored by MGID

"Vaksinasi khusus perempuan ini kami bersinergi dengan Dharma Wanita dan Dekranasda, dan ada sponsorship dari PLN dan Kalbe Farma," tambahnya.

Untuk vaksinasi pelajar, lanjutnya, capaiannya baru lima persen. Ia pun meminta sinergi dari pendidik untuk memberikan informasi agar dilakukan percepatan.

Baca Juga : Vaksinasi Serentak hingga Desa dan Kelurahan Segera Dilakukan PKK Sulsel

"Bagi yang sudah divaksin, bukan berarti bebas Covid, tetap lakukan protokol kesehatan, dan memberikan edukasi kepada orang-orang di sekeliling kita yang belum vaksin karena termakan berita hoax," pesan Naoemi.

Terkait vaksinasi tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren An-Nahdlah, Dr KH Afifuddin Harisah menyampaikan terima kasih. Khususnya kepada penasihat Dharma Wanita Kementerian Pemuda dan Olahraga, kapolda Sulsel, dan pelaksana tugas ketua TP PKK Sulsel.

Ia mengungkapkan, vaksinasi akan dilaksanakan kepada 1.200 orang dengan melibatkan tiga pesantren di antaranya Pesantren An-Nahdlah, Pesantren As'adiyah, dan Pesantren Faqihul Ilmi.

Baca Juga : Hadiri Vaksinasi Merdeka Serentak, Wawali Parepare Puji Umpar Tampil Jadi Teladan

Ia juga mengatakan, santri-santri Pesantren An-Nahdlah berprestasi dalam bidang olahraga. Antara lain, juara tenis meja, juara silat, karate, dan futsal tingkat Provinsi Sulsel.

"Pondok Pesantren An-Nahdlah ini sudah berusia 36 tahun. Kehadiran pesantren ini mengubah 360 derajat kondisi sosial masyarakat di sekitar pesantren," kata KH Afifuddin.

Dalam kunjungannya tersebut, ia juga menyerahkan bantuan fasilitas olahraga dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Ia juga mengunjungi Pesantren Ulul Albab untuk meninjau persiapan pelaksanaan 1.000 vaksinasi di lokasi tersebut, sekaligus juga menyerahkan bantuan fasilitas olahraga.

Baca Juga : Hari Pertama, 1.600 Peserta Ikut Vaksinasi yang Digelar KALLA di Unifa dan MaRI

 

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Syukur
#vaksinasi covid-19