Jumat, 23 Juli 2021 23:59

Akui Vaksin Sinovac dan Sinopharm Kurang Efektif, China Kini Kembangkan Booster Setelah Pelanggan Beralih

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Akui Vaksin Sinovac dan Sinopharm Kurang Efektif, China Kini Kembangkan Booster Setelah Pelanggan Beralih

Booster tersebut dijadwalkan mulai diproduksi pada Agustus 2021 dan akan ditawarkan secara gratis kepada penerima vaksin Sinopharm dan Sinovac.

RAKYATKU.COM -- Sudah berjuta dosis disuntikkan di Indonesia. China akhirnya mengakui kurang efektifnya kinerja vaksin Sinovac dan Sinopharm.

Fosun Pharmaceutical of China telah mengumumkan rencana untuk mengembangkan suntikan booster untuk meningkatkan efektivitas vaksin terhadap Covid-19.

Fosun Pharma telah bermitra dengan BioNTech dari Jerman untuk memulai proses pengembangan suntikan booster. Namanya sudah disiapkan, Comirnaty.

Baca Juga : Sukses Gelar Vaksinasi Khusus Duafa dan Disabiltas, KALLA Rencana Sasar Warga Pulau

Caixin Global melaporkan bahwa kemajuan pengembangan saat ini masih dalam tahap tinjauan administratif menyusul tinjauan yang dilakukan panel ahli regulator obat China.

Pada akhir Agustus, booster tersebut diharapkan memulai produksi uji coba dalam negeri dan ditawarkan secara gratis kepada penerima vaksin Sinopharm dan Sinovac.

 

Pengembangan booster shot ini dapat dilihat sebagai pukulan bagi pemerintah China yang selama ini menggembar-gemborkan efektivitas vaksinnya seperti yang dikatakan oleh para ahli kesehatan.

Baca Juga : Tak Hanya Gratis, Vaksinasi di Polres Takalar Tak Perlu Tunjukkan KTP

Ilmuwan di China menyadari tingkat antibodi yang rendah di Sinovac, menyebabkan mereka menyarankan suntikan booster seperti yang dikatakan Shih Shin-ru, direktur Pusat Penelitian untuk Infeksi Virus.

Sponsored by MGID

Hal ini juga diikuti dengan pengumuman dari Thailand dan Indonesia bahwa mereka akan beralih dari vaksin buatan China ke vaksin Barat.

Vaksin booster dipertimbangkan setelah penelitian yang diterbitkan oleh The Lancet pada 15 Juli yang menyatakan bahwa vaksin Pfizer-BioNTech memberikan tingkat antibodi 10 kali lebih tinggi daripada vaksin Sinovac.

Baca Juga : Pantau Vaksinasi COVID-19 Pelajar, Kapolres Takalar: Tetap Harus Terapkan Prokes

Di sisi lain, penelitian lain yang diterbitkan oleh medRxiv mengikuti tanggapan individu yang telah diberikan vaksin Sinopharm terhadap varian Delta dengan antibodi yang lebih lemah juga memicu pertimbangan untuk mengembangkan vaksin penguat.

 

Sponsored by advertnative
 
#vaksinasi covid-19 #vaksin sinovac