Jumat, 23 Juli 2021 09:37

Selain Eksepsi, Penasihat Hukum Edy Rahmat Ajukan Permohonan Justice Collaborator

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Yusuf Lessy.
Yusuf Lessy.

"Jadi ada dua surat permohonan yang kami ajukan yaitu justice collaborator dengan pemindahan tahanan ke Rutan Makassar," ujar Yusuf Lessy.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Kuasa hukum terdakwa eks Sekretaris Dinas PUTR Sulsel, Edy Rahmat, mengajukan eksepsi dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (22/7/2021).

Eksepsi adalah salah satu istilah yang digunakan dalam proses hukum dan peradilan yang berarti penolakan/keberatan, yang disampaikan oleh seorang terdakwa terhadap materi dakwaannya.

Menurut kuasa hukum Edy Rahmat, Yusuf Lessy, bahwa inti dari ekspesi tersebut akan menjelaskan uraian peristiwa kemudian penerapan hukum yang sebenarnya.

Baca Juga : Sidang Lanjutan Nurdin Abdullah, JPU Kembali Panggil 8 Saksi, 2 Mangkir

"Pada prinsipnya dakwaannya, satu memuat peristiwa hukum tidak cermat, dua waktu dan tempat kejadian itu tidak jelas dan tidak cermat, dan ketiga dalam penerapan hukumnya tidak cermat," beber Yusuf.

Selain itu, penasihat hukum Edy Rahmat juga mengajukan permohonan pengalihan pemindahan tahanan dan justice collaborator.

 

"Jadi ada dua surat permohonan yang kami ajukan yaitu justice collaborator dengan pemindahan tahanan ke Rutan Makassar," ujar Yusuf.

Baca Juga : Sewa Perusahaan Orang Lain, Sopir Edy Rahmat Dapat 2 Proyek Senilai Ratusan Juta

Alasan dari penasihat hukum Edy Rahmat meminta pemindahan tahanan ke Makassar karena kemanusiaan.

Sponsored by MGID

"Kami minta pengalihan karena alasan kemanusiaan orang tuanya sudah uzur, kan, sudah tua. Kalau bisa diadili di sini," ucap Yusuf.

Sementara itu, pengajuan permohonan justice collaborator karena merasa kliennya bukanlah tersangka utama.

Baca Juga : Terima Uang dari Agung Sucipto, Edy Rahmat lalu Temui Seseorang di Mobil HR-V, Sempat Kelilingi Lego-Lego

"Intinya dia bukan tersangka utama. Jadi dia ingin bekerja sama dengan jaksa dan lembaga peradilan untuk membongkar kejahatan yang dilakukan Nurdin Abdullah dan mengungkap fakta-fakta yang sesungguhnya," tutur Yusuf.

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Usman Pala
#Edy Rahmat #Kasus KPK Nurdin Abdullah