Rabu, 23 Juni 2021 11:25

Kanwil DJPb Sulsel Dorong Bantaeng Jadi Daerah Tercepat Penyaluran ADD Se-Indonesia

Redaksi
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kanwil DJPb Sulsel Dorong Bantaeng Jadi Daerah Tercepat Penyaluran ADD Se-Indonesia

Pada tahun lalu, Kabupaten Bantaeng menjadi daerah tercepat penyaluran dana desa di Sulsel dan berada urutan ketujuh.

BANTAENG -- Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulsel memberikan apresiasi terhadap pengelolaan keuangan di Kabupaten Bantaeng. Daerah berjuluk Butta Toa ini menjadi daerah tercepat penyaluran dana desa di Sulsel dan berada urutan ketujuh pada 2020.

Kepala Kanwil DJPb Sulsel, Syaiful mengatakan, prestasi yang diukir oleh Pemkab Bantaeng adalah capaian yang sangat luar biasa. Dia menyebut, Bantaeng menjadi satu-satunya daerah yang bisa menyalurkan anggaran dana desa secara cepat.

"Ini adalah sebuah upaya yang sangat baik dilakukan Pemkab Bantaeng yaitu dengan mendekatkan anggaran yang berasal dari masyarakat untuk masyarakat pula," jelas dia.

Baca Juga : PPKM Level 3 di Bantaeng Berlanjut, Bupati Terus Genjot Vaksinasi dan Perketat Prokes

Pada kesempatan tersebut, Syaiful menyampaikan peran strategis Dana Transfer dan Dana Desa untuk meningkatkan ruang fiskal dalam rangka pembangunan daerah.

Dia juga memberikan apresiasi terhadap Pemkab Bantaeng atas upaya penanganan Covid-19 di Bantaeng. Menurutnya, upaya penanganan Covid-19 di Bantaeng telah menjaga sendi-sendi ekonomi kecil dan menengah di Bantaeng.

 

"Di Bantaeng usaha kecil dan menengah tetap bertahan, karena penanganan Covid-19 yang baik. Berkat upaya ini, usaha kecil di Bantaeng tetap mendapat ruang gerak," jelas dia.

Baca Juga : Bupati Bantaeng Serap Gagasan Guru untuk Grand Desain Pembelajaran Tatap Muka

Dia mengatakan, Ditjen DJPb Sulsel menilai, usaha kecil dan menengah adalah salah satu penopang perputaran ekonomi di Indonesia. Pada resesi 1998, UKM tetap kokoh dan produktif. Mada masa pandemi Covid-19 ini, UKM terkena dampak karena ruang gerak mereka menjadi terbatas.

Sponsored by MGID

"Bantaeng menjadi salah satu daerah yang menjaga warganya dengan baik dari bahaya pandemi Covid-19. Oleh karena itu, UKM di Bantaeng tetap bertumbuh," jelas dia.

Dia menambahkan, DJPb memiliki sejumlah program untuk pengembangan UKM di Sulsel. Dia berharap, DJPb juga bisa membantu Pemkab Bantaeng untuk memberikan intervensi pada bantuan modal usaha berbasis dusun dan RW.

Baca Juga : Bupati Bantaeng Dorong Gantarangkeke Jadi Sentra Produksi Vanili

"Kami juga apresiasi terhadap upaya Pemkab Bantaeng melakukan inovasi pada bantuan modal usaha berbasis dusun ini. Kita juga memiliki sejumlah program untuk peningkatan kapasistas UKM. Kita berharap bisa saling sinergi," jelas dia.

Syaiful juga menyampaikan apresiasi atas capaian opini WTP atas LKPD Pemkab Bantaeng yang telah mempertahankan Opini WTP sebanyak 6 kali berturut-turut sejak LKPD tahun 2015 hingga tahun 2020.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Bantaeng menjalin kerja sama dengan Ditjen DPJb Sulsel. Syaiful berharap kerja sama ini bisa membantu Bantaeng menjadi daerah tercepat di Indonesia dalam penyaluran dana desa.

Baca Juga : Ketua KTNA Sulsel Sebut Ilham Azikin Sosok Bupati yang Peduli Petani

Kerjasama ini, lanjutnya, sebagai langkah awal dalam mewujudkan komitmen bersama dan peningkatan awareness terhadap peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah dalam kerangka pengelolaan Keuangan Negara secara good governance.

Bupati Bantaeng, DR Ilham Syah Azikin memberikan apresiasi terhadap Ditjen DJPb atas penghargaan yang telah diberikan itu. Dia mengaku, Pemkab Bantaeng akan berkomitmen untuk terus menjaga pengelolaan keuangan daerah dengan baik meski saat ini berada pada masa Pandemi Covid-19.

"Kami akan terus berkomitmen untuk menjaga pengelolaan ini dengan baik. Tujuannya agar masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah melalui intervensi pengelolaan keuangan ini," jelas dia.

Sponsored by advertnative
 
#pemkab bantaeng #Bupati Bantaeng #ilham azikin