Minggu, 18 April 2021 16:05

Bebas Asap Rokok Tahun 2025, Selandia Baru Rancang Rencana Penghapusan Rokok

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bebas Asap Rokok Tahun 2025, Selandia Baru Rancang Rencana Penghapusan Rokok

Tujuan akhir dari rencana tersebut adalah untuk menghentikan penggunaan tembakau di Selandia Baru selama beberapa tahun baru dan dengan demikian menciptakan negara 'bebas asap' pada tahun 2025.

RAKYATKU.COM - emerintah Selandia Baru saat ini tengah menyelesaikan beberapa proposal yang bertujuan untuk menghapus rokok di negara tersebut.

Dilansir dari RT News, Sabtu (17/4/2021), salah satu proposal tersebut mencakup inisiatif tersebut yakni melarang penjualan produk tembakau kepada seluruh generasi, terutama yang lahir setelah tahun 2004.

Di bawah 'Rencana Aksi Smoke Free Aotearoa 2025' Selandia Baru, negara pulau itu berharap untuk secara bertahap meningkatkan usia resmi merokok warganya dengan tujuan akhir melarang penjualan rokok kepada siapa pun yang lahir setelah 2004.

Baca Juga : Usai Gempa Magnitudo 8,1, Selandia Baru Turunkan Peringatan Tsunami

Selain itu, inisiatif ini juga berupaya mengurangi secara signifikan tingkat nikotin yang diperbolehkan dalam produk tembakau serta membatasi tempat di mana rokok dapat dijual. Harga minimum yang tinggi untuk semua produk tembakau juga direncanakan.

Tujuan akhir dari rencana tersebut adalah untuk menghentikan penggunaan tembakau di Selandia Baru selama beberapa tahun baru dan dengan demikian menciptakan negara 'bebas asap' pada tahun 2025.

 

Namun demikian, sebagai negara demokratis, warganya telah diundang oleh pemerintah untuk memberikan umpan balik tentang rencana tindakan.

Baca Juga : Gempa Magnitudo 8,1 Picu Alarm Tsunami, Puluhan Ribu Penduduk Selandia Baru Selamatkan Diri

Warga Selandia Baru memiliki waktu hingga 31 Mei 2021 untuk berbagi pemikiran mereka tentang masalah tersebut sebelum rencana tersebut memasuki fase berikutnya untuk menjadi undang-undang.

Sponsored by MGID

Menteri Kesehatan Asosiasi negara itu, Ayesha Verrall menekankan bahwa sekitar 4.500 warga Selandia Baru meninggal setiap tahun akibat penyakit terkait tembakau dan bahwa pemerintah berkomitmen untuk 'mempercepat kemajuan' dalam memerangi rokok.

“Kami membutuhkan pendekatan baru. Bisnis seperti biasa tanpa program pengendalian tembakau tidak akan membawa kami ke sana,” katanya.

Baca Juga : Ingat! Harga Rokok Naik Mulai Hari Ini

Meski kebijakan tersebut dianggap berani dan dipuji banyak orang, namun masih ada yang mengkiritiknya. Sebab, banyak yang menilai bahwa hal tersebut akan berdampak pada pemilik toko rokok di seluruh Selandia Baru dan bahkan akan memicu lebih banyak rokok selundupan.

sumber: indozone.id

Sponsored by advertnative
 
#Selandia Baru #Cukai Rokok