Sabtu, 03 April 2021 21:25

Demokrat Minta Moeldoko dan Kawan-Kawan Minta Maaf kepada Rakyat dan Presiden

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Agus Harimurti Yudhoyono
Agus Harimurti Yudhoyono

Demokrat menganggap tidak ada nilai-nilai demokrasi yang bisa diteladani dalam kisruh selama dua bulan terakhir.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra meminta kubu Moeldoko segera meminta maaf kepada rakyat Indonesia dan Presiden RI, Joko Widodo.

Hal itu ia sampaikan dalam keterangan resminya, Sabtu (3/4/2021). Herzaky Mahendra Putra menyayangkan aturan perundang-undangan yang Moeldoko buat.

"Sejak awal KLB ilegal Sibolangit yang dicetuskan Moeldoko tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Namun belum juga menunjukkan iktikad baik," ucap Herzaky Mahendra Putra.

Baca Juga : Ambil Alih TMII karena Rugi Rp50 Miliar Per Tahun, Moeldoko Berterima Kasih kepada Soeharto dan Ibu Tien

Apalagi KLB Ilegal tersebut, kata Herzaky Mahendra Putra, juga tidak sesuai aturan internal Partai Demokrat yang sudah disahkan negara.

"Moeldoko yang harus minta maaf kepada rakyat dan presiden. Bukan malah kami yang diminta untuk minta maaf ke presiden," tegasnya.

 

Alasannya dua hal. Pertama, sudah membuat bising ruang publik dengan narasi-narasi bohong dan fitnah. Bahkan kata dia, tidak ada nilai positif yang bisa diambil dari perilaku Moeldoko dan rekan selama dua bulan ini.

Baca Juga : Belum Menyerah, Kubu Moeldoko AD/ART Partai Demokrat ke Pengadilan

"Tidak ada nilai-nilai demokrasi yang bisa diteladani. Justru selama dua bulan ini mempertontonkan perilaku yang tidak menaati hukum dan mengabaikan etika, moral, serta kepatutan," jelasnya.

Kedua, lanjut dia, mereka hanya membuat para pejabat negara, pelayan masyarakat, di Kementerian Hukum dan HAM menghabiskan energi, waktu, dan keahlian mereka untuk hal yang sia-sia.

 

Penulis : Gilang Ramadhan
#KLB Partai Demokrat #Moeldoko