Sabtu, 06 Maret 2021 17:52

Polisi Gagalkan Pengiriman 17 Ton Ganja Bernilai Rp513 Triliun

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Para pengedar narkoba saat digerebek mengaku telah berencana mengirimkan ganja menggunakan beberapa truk ke Libya melalui kota padang pasir Agadez.

RAKYATKU.COM - Kepolisian Niger menggagalkan pengiriman resin ganja yang hendak menuju Libya lewat laut dari Lebanon. Jumlahnya mencapai 17 ton dengan USD37 miliar atau Rp 513 triliun.

Narkoba itu lalu singgah di pelabuhan Lome di Togolese sebelum akhirnya dikirim lewat truk ke ibu kota Niamey, Niger. Penggerebekan dilakukan pada 2 Maret 2021 di Kota Niamey.

Para pengedar narkoba dalam penggerebekan mengaku telah berencana mengirimkan resin ganja itu menggunakan beberapa truk ke Libya melalui kota padang pasir Agadez.

Baca Juga : Di Negara Tetangga Indonesia Ini Ganja Diizinkan Jadi Makanan

Wilayah Agadez sudah lama dikenal sebagai tempat transaksi barang-barang selundupan dan imigran yang ingin melintasi padang Sahara.

Adili Toro, Juru bicara badan anti-narkoba negara-negara Afrika barat, mengatakan bahwa temuan ini adalah penyitaan terbesar dalam sejarah Niger dan pengiriman narkoba pertama yang berasal dari Libanon.

 

Kepolisian telah menahan 11 warga negara Niger dan dua warga negara Aljazair, yang sedang di Niamey dan Agadez.

Baca Juga : Makam Purba 2500 Tahun Lalu Ini Bukti Manusia Sudah Hisap Ganja Sejak Dulu

Niger, negara yang terletak di kawasan bibir pantai atlantik Afrika barat, sudah sering dijadikan tempat pemberhentian bagi pengedar narkoba, termask kokain dan ganja yang berasal dari Amerika Selatan dan wilayah lain yang hendak ke Afrika Utara dan Eropa.

Sponsored by MGID

Sebelumnya, penyitaan ganja ini dibuka ke publik, pada Februari 2021, Kepolisian Pantai Gading menyita lebih dari 1 ton kokain di ibu kota Abidjan.

Sumber: Reuters

Sponsored by advertnative
 
#Niger #ganja