Kamis, 13 Desember 2018 14:36

KPU Toraja-JaDI Sulsel Gelar Kursus Pemilu, Pesertanya Pelajar dan Ibu-Ibu

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) dan KPU Tana Toraja menggelar kursus singkat Pemilu, Kamis (13/12/2018).
Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) dan KPU Tana Toraja menggelar kursus singkat Pemilu, Kamis (13/12/2018).

Untuk memperkuat kelembagaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menjalankan mandat sebagai penyelenggara yang menjalankan pemilu berkualitas, maka dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam

RAKYATKU.COM, TORAJA - Untuk memperkuat kelembagaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menjalankan mandat sebagai penyelenggara yang menjalankan pemilu berkualitas, maka dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk terlibat dalam proses tahapan. 
    
Menurut komisioner KPU Tana Toraja, Elis Bua Mangesa, salah satu jalan mendorong partisipasi masyarakat agar berpengetahuan kepemiluan dengan kegiatan Kursus Singkat Pemilu. 

“Kursus ini adalah upaya awal mengidentifikasi minat masyarakat untuk terlibat menjadi penyelenggara di KPPS, menjadi relawan demokrasi, dan Kawan KPU sebagai agen penyebar informasi kepemiluan," kata Elis dalam keterangan tertulis yang diperoleh Rakyatku.com, Kamis (13/12/2018).
    
Kegiatan yang digelar sangat singkat berlangsung di Wisma Louis, melibatkan fasilitator dari Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulsel, Mardiana Rusli dan Louise Ujiani Rongre. Kegiatan Kursus Singkat Pemilu dengan jumlah 64 peserta dari masyarakat yang direkrut melalui pendaftaran terbuka untuk umum. 
    
Kegiatan ini dibuka komisioner KPU Tana Toraja, Alexander Kambuno. Menurutnya, minat masyarakat untuk menjadi peserta kursus cukup tinggi. Dari berbagai lapisan masyarakat  yang kebanyakan belum pernah menjadi penyelenggara pemilu. Kegiatan ini didominasi oleh pelajar, ibu-ibu, dan mahasiswa. 
    
“Kami berharap peserta mendapatkan pemahaman kepemiluan dan bersama-sama KPU turun ke masyarakat untuk memberikan sosialisasi mengenai pentingnya pemilu dan demokrasi," tambah Alexander Kambuno. 
    
Tana Toraja, merupakan daerah yang partisipasi pemilih mengalami fuktuasi. Sebelumnya pada Pemilu Legislatif 2014 partisipasi pemilih 76 persen, Pemilu Kepala Daerah  Bupati dan Wakil Bupati 2015 berkisar 72 persen, dan Pemiilu Gubernur dan Wakil Gubernur partisipasi 68 persen.

"Target Pemilu 75 persen partisipasi pemilih dengan jumlah data pemilih 162.655 jiwa. Tentu KPU dan Kawan KPU dari peserta kursus ini maksimal dalam pencapaian target," tambah Alex.

Materi-materi kursus sejarah Pemilu, kelembagaan, tahapan pemilu, partisipasi Pemilu, penegakan hukum, pemungutan dan penghitungan suara, kampanye dan  pengawasan partisipatif.

Peserta antusias menjalankan kegiatan yang tidak hanya diisi dengan materi saja, tetapi simulasi permainan, analisis kasus dan bermain peran.  

Setiap kelompok diminta memainkan peran terkait kasus-kasus yang terjadi dalam proses kepemiluan misalnya rapat pleno penetapan daftar pemilih yang dimana masih ditemukan data anomalik, ganda dan pemilih yang tidak memenuhi syarat, kasus kampanye terselubung dengan melibatkan kepala desa dan kasus di TPS penyagunaan surat suara dan pencoblosan. 

"Hakikat pembelajaran bermain peran terletak dari keterlibatan emosional pemeran dan pengamat dalam situasi masalah secara nyata dihadapi. Beberapa adegan adalah potensi masalah yang selalu ada dalam  pemilihan baik Pemilu maupun kepala daerah. Kami JaDI Sulsel melatih metode ini, agar transformasi pengetahuan dan pemahaman dapat ditangkap dengan baik," kata Louise yang 10 tahun menjadi komisioner KP.

Loading...