Sabtu, 01 Desember 2018 13:31

Minta Bertemu Khusus JK, Putra Mahkota Saudi Jelaskan Kematian Khashoggi

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu Pangeran Mohammed bin Salman di sela-sela KTT G20 di Argentina. (FOTO: IST)
Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu Pangeran Mohammed bin Salman di sela-sela KTT G20 di Argentina. (FOTO: IST)

Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman (MBS) meminta waktu khusus untuk bertemu Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

RAKYATKU.COM - Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman (MBS) meminta waktu khusus untuk bertemu Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. 

Pertemuan akhirnya berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Dalam pertemuan itu, MBS menjelaskan tentang kematian jurnalis senior Jamal Khashoggi di Turki.

Pertemuan tersebut berlangsung di sebuah ruangan di Costa Salguero, Buenos Aires, Argentina, Jumat siang waktu setempat (30/11/2018). Pertemuan itu diinisiasi MBS yang diduga berada di balik pembunuhan tersebut.

Kepada JK, MBS menjelaskan bahwa saat ini ada 11 orang yang ditahan. Mereka diduga sebagai eksekutor terhadap Khashoggi di gedung Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Namun, tak banyak yang disampaikan MBS. Pertemuan berlangsung singkat, sebab MBS juga punya agenda bertemu Presiden China Xi Jinping di ruangan lain.

Dalam pertemuan itu, JK didampingi antara lain Menkominfo Rudiantara, Menteri PANRB Syafruddin, dan Wamenlu AM Fachir.

Hingga kini kasus pembunuhan Khashoggi masih menyisakan misteri. Namun sedikit demi sedikit muncul fakta baru terkait dengan kasus ini.

Laporan terbaru media Turki, Milliyet, menyebut tim dari Arab Saudi awalnya berencana membunuh wartawan Jamal Khashoggi di sebuah vila di pinggiran Turki. Lantas apa yang membuat lokasi pembunuhan berubah di dalam Konsulat Saudi di Istanbul?

Seperti dilansir Hurriyet Daily News, Rabu (28/11), informasi tersebut disampaikan surat kabar Milliyet dalam laporannya pada 28 November yang mengutip sumber anonim dari kepolisian Turki. 

Disebutkan oleh sumber tersebut bahwa tim Saudi awalnya berencana membawa Khashoggi ke satu dari dua vila yang ada di Provinsi Yalova untuk membunuhnya. 

"Mereka (tim Saudi) kemudian memutuskan melakukan pembunuhan di Konsulat (Saudi di Istanbul), yang dilindungi secara diplomatik," sebut sumber yang dikutip Milliyet.