Selasa, 13 November 2018 15:27

Baiq Nuril Dibui 6 Bulan karena Dilecehkan, Kepsek Naik Jabatan

Ibnu Kasir Amahoru
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Baiq Nuril Maknun. Ist
Baiq Nuril Maknun. Ist

Kasus Baiq Nuril Maknun, wanita yang merekam percakapan mesum eks kepala sekolah yang menggodanya di tempat bekerja, H Muslim, ramai menjadi perbincangan. 

RAKYATKU.COM - Kasus Baiq Nuril Maknun, wanita yang merekam percakapan mesum eks kepala sekolah yang menggodanya di tempat bekerja, H Muslim, ramai menjadi perbincangan. 

Pasalnya, mantan guru honorarium di SMA Negeri 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat ini, dihukum penjara selama 6 bulan. Sementara sedangkan kepala sekolah, Muslim justru naik pangkat.

"Dia (Muslim) sekarang bawahan saya jadi Kepala Bidang Kepemudaan di Dispora Kota Mataram," kata Kepala Dispora Kota Mataram, Amran M Amin, Selasa (13/11/2018).

Ditanya tanggapannya terkait putusan Mahkamah Agung (MA), Amran pun tak mau berkomentar banyak. "Mungkin kalau kaitannya dengan kasus hukum, di mana tempat peristiwa itu terjadi saja tempat ditanyakan," bebernya kepada Detikcom.

Kasus Muslim dengan Baiq Nuril terjadi pada tahun 2012 lalu. Kasus ini mulai mencuat ke publik tahun 2016 lalu.

 

Muslim yang kala itu menjabat Kepsek SMAN7 Mataram, memperkarakan Baiq Nuril yang saat itu berposisi sebagai staf honorer TU bagian keuangan di sekolah yang sama.

Baiq Nuril dilaporkan karena merekam percakapan dirinya dengan Muslim melalui sambungan ponsel. Muslim waktu itu bercerita tentang hubungan badannya dengan wanita lain yang merupakan atasan Baiq Nuril di bagian keuangan SMAN 7 Mataram.

Sponsored by MGID

Akibat tindakannya itu, Baiq Nuril di-nonjobkan dari SMAN 7 Mataram. Dia juga dilaporkan ke pihak kepolisian karena dianggap menyebarkan rekaman percakapannya dengan Musilm.

Saat kasus ini mencuat, sejak 2016 silam, Muslim mendapatkan promosi jabatan. Dia dipindah tugaskan ke Dispora Kota Mataram. Akan tetapi Baiq Nuril mengaku bahwa dirinya merekam percakapan tersebut hanya untuk melindungi dirinya karena merasa dilecehkan secara seksual. 

Namun alasan itu tak mengunggah majelis kasasi MA yang diketuai hakim agung Sri Murwahyuni, dengan anggota majelis hakim agung Maruap Dohmatiga Pasaribu dan hakim agung Eddy Army. Nuril divonis 6 bulan penjara di tingkat MA padahal di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, pada Juli 2017, Nuril divonis bebas.
 

Sponsored by advertnative