Sabtu, 13 Oktober 2018 21:45

"Hanya Simbolis", Pernyataan Mengejutkan Atlet Asian Para Games Usai Foto-Foto di Istana

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Penyerahan bonus atlet Asian Para Games secara simbolis oleh Presiden RI Joko Widodo, Sabtu (13/10/2018). (FOTO: DOK SETKAB)
Penyerahan bonus atlet Asian Para Games secara simbolis oleh Presiden RI Joko Widodo, Sabtu (13/10/2018). (FOTO: DOK SETKAB)

Lewat akun Twitternya, Presiden RI Joko Widodo mengabarkan pemberian bonus kepada atlet Asian Para Games. Seremoni itu dilakukan sebelum penutupan, Sabtu (13/10/2-2018). Namun, ada pengakuan mengejutk

RAKYATKU.COM - Lewat akun Twitternya, Presiden RI Joko Widodo mengabarkan pemberian bonus kepada atlet Asian Para Games. Seremoni itu dilakukan sebelum penutupan, Sabtu (13/10/2-2018). Namun, ada pengakuan mengejutkan dari salah seorang atlet peraih medali emas.

"Hari ini juga, sebelum acara penutupan, saya menyerahkan langsung bonus raihan medali itu kepada mereka di Istana Bogor. Selamat!" cuit Jokowi, Sabtu malam (13/10/2018). 

Presiden mengaku bangga karena atlet Indonesia meraih prestasi jauh di atas target. Targetnya hanya meraih 16 medali emas dan masuk posisi delapan besar. Ternyata, hasil akhir 37 emas, 47 perak, dan 51 perunggu.

"Saya sampaikan berkali-kali bonusnya sama seperti Asian Games. Yang dapat emas Rp1,5 miliar. Nggak tahu buat apa. Saya bangga terhadap saudara-saudara semua," kata Jokowi sambil tertawa.

Salah seorang peraih medali emas, Suparni Yati ikut hadir di Instana Bogor. Namun, atlet tolak peluru asal Riau itu mengaku belum menerima bonus. Sedianya dia akan mendapatkan hadiah Rp1,5 miliar.

"Bonusnya belum diterima Rp1,5 miliar. Tadi penyerahan secara simbolis. Kurang tahu kapan (cairnya). Soalnya masih ada yang bertanding," ungkap gadis kelahiran 18 Agustus 1993 ini.

 

Meski demikian, dia sudah punya rencana jika bonus tersebut benar-benar terealisasi. Dia mengaku akan membangun rumah orang tuanya di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Sebelumnya, selain akan membangun rumah orang tua dan menabung, Parni juga mengaku akan memberangkatkan ibunya umrah. "Insya Allah, mamak lagi proses berangkat umrah. Saya juga ingin berangkatkan ibu naik haji," kata Parni.

Dipotong 30 Persen

Parni dan peraih medali lainnya hampir dipastikan tidak akan menerima bonusnya secara utuh. Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia memotong bonus atlet peraih medali Asian Para Games 2018 sebesar 30 persen.

Pemotongan tersebut dianggap sebagai kontribusi atlet para sebagai anggota federasi induk olahraga berkebutuhan khusus tersebut. 

Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun menegaskan, badan yang ia pimpin berhak melakukan pemotongan tersebut. Ia mengatakan pemotongan itu diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NPC. 

"Kita punya undang-undang. Kita punya aturan AD ART sendiri," kata dia saat konferensi pers di GBK Arena, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Senny mengatakan, pemotongan tersebut sebesar 30 persen yang terbagi dalam tiga bagian. Sebesar 15 persen pemotongan oleh NPC Indonesia, dan 10 persen di kepengurusan NPC Provinsi. Sisanya lima persen pemotongan dilakukan NPC kabupaten dan kota.

Nominal bonus untuk atlet Asian Para Games 2018:

1. Atlet perorangan:

- Emas Rp 1,5 miliar 
- Perak Rp 500 juta 
- Perunggu Rp 250 juta

2. Atlet ganda:

- Emas Rp 1 miliar per orang
- Perak Rp 400 juta per orang
- Perunggu Rp 200 juta per orang

3. Atlet beregu:

- Emas Rp 750 juta per orang
- Perak Rp 300 juta per orang 
- Perunggu Rp 150 juta per orang

4. Pelatih perorangan/ganda:

- Emas Rp 450 juta 
- Perak Rp 150 juta 
- Perunggu Rp 75 juta

5. Pelatih beregu:

- Emas Rp 600 juta 
- Perak Rp 200 juta 
- Perunggu Rp 100 juta

6. Pelatih untuk medali kedua dan seterusnya:

- Emas Rp 225 juta 
- Perak Rp 75 juta 
- Perunggu Rp 37,5 juta

7. Asisten pelatih perorangan/ganda:

- Emas Rp 300 juta 
- Perak Rp 100 juta 
- Perunggu Rp 50 juta

8. Asisten pelatih beregu:

- Emas Rp 375 juta 
- Perak Rp 125 juta
- Perunggu Rp 62,5 juta

9. Asisten pelatih untuk medali kedua dan seterusnya:

- Emas Rp150 juta
- Perak Rp 50 juta 
- Perunggu Rp 25 juta.

10. Bonus untuk atlet nonmedali

Rp 20 juta