Minggu, 30 September 2018 18:19

Masih Banyak Teriakan Minta Tolong dari Balik Puing

Mays
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Sebuah masjid yang terkena tsunami di Palu.
Sebuah masjid yang terkena tsunami di Palu.

Setelah 24 jam gempa 7,4 SR disertai tsunami menghantam Palu, Sulteng, tim penolong mulai berdatangan.

RAKYATKU.COM, PALU - Setelah 24 jam gempa 7,4 SR disertai tsunami menghantam Palu, Sulteng, tim penolong mulai berdatangan.

Dari balik puing-puing bangunan, terdengar teriakan lirih minta tolong. kata Kasubdit Operasi Basarnas, Agus Hariono sebagaimana dilansir detik, Minggu (30/9/2018) mengatakan, teriakan itu di antaranya datang dari gedung Ramayana. "Dia masih hidup di sana," ujar Agus.

Pihak Basarnas terus mengupayakan evakuasi korban, dengan memberikan makanan dan minuman. Itu agar korban dapat terus dapat bertahan hidup.

Sementara itu, Direktur Operasi Basarnas Brigjen (Mar) Bambang Suryoaji menyebutkan, ada beberapa lokasi yang menjadi pusat evakuasi pihaknya. Di lokasi-lokasi itu diduga masih banyak korban yang selamat meski tertimpa puing bangunan.

"Lokasinya ada di hotel Roa Roa, Perumnas Balaroa, Pantai Talise, dan Supermarket Ramayana," sebutnya.

Khusus hotel Roa-roa dan Ramayana, diperkirakan masih banyak korban hidup yang belum berhasil dievakuasi di sana.

"Dugaan kita masih banyak korban yang masih hidup," sambungnya.

Hingga pagi tadi, korban meninggal yang terdata oleh pihak Basarnas berjumlah 388 orang dan warga yang berhasil dievakuasi berjumlah 138 orang.

"Data ini yang kami terima dan belum dipadukan dengan data-data yang berada di posko utama," kata dia.

Loading...