Rabu, 19 September 2018 23:30

Tarif Umrah Naik Ikut Dolar, Pendaftar Menurun di Sulsel

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Regional Sulampua, Azhar Gazali.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Regional Sulampua, Azhar Gazali.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), hingga kini masih lemah. Per tanggal 19 September 2018, nilai tukar rupiah terhadap dolar berada posisi Rp14.913.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), hingga kini masih lemah. Per tanggal 19 September 2018, nilai tukar rupiah terhadap dolar berada posisi Rp14.913.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Regional Sulampua, Azhar Gazali mengungkapkan, pelemahan rupiah sangat terasa dampaknya terhadap usaha jasa penyedia ibadah umrah di Sulsel.

Pasalnya pasca pelemahan rupiah, perusahaan jasa penyedia ibadah umrah harus melakukan penyesuaian terhadap kurs saat ini. Akibatnya, harga paket umrah mengalami kenaikan.

"Tidak bisa jika kita tak lakukan penyesuaian harga karena komponen tertinggi dalam pembiayaan bisnis ini adalah pesawat dan hotel. Nah semua itu transaksinya pakai dolar," ungkap Azhar pada Rakyatku.com, Rabu (19/9/2018).

Dampak yang paling terasa dari pelemahan rupiah, kata Azhar, yaitu menurunnya jumlah masyarakat yang ingin mendaftarkan diri untuk mengikuti ibadah umrah.

"Tapi kita tetap semangat. Penjualan tetap ada. Apalagi masyarakat kita cenderung tidak tutup mata soal ibadah. Jadi selama uang masih ada, mereka pasti akan berangkat umrah. Walaupun jumlah pesertanya tentu mengalami penurunan jika dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar Azhar.